KETIK, MADIUN – Upaya penataan dan mempercantik ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Madiun terus dimatangkan. Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menggelar audiensi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam arahannya, Bagus menekankan penataan kawasan publik harus diawali dengan konsep dan perencanaan yang matang, bukan sekadar menyesuaikan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar hasil pembangunan kawasan publik, khususnya RTH dan taman kota, dapat lebih maksimal dan berkelanjutan.
“Kalau kita mau mengerjakan RTH misalnya, jangan langsung bicara soal anggaran. Tapi lebih ke konsepnya yang harus jelas, alurnya bagaimana, ceritanya bagaimana, baru kemudian bicara biaya. Jangan sampai gambar menyesuaikan anggaran,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Bagus juga memberikan sejumlah masukan detail terkait desain kawasan publik.
Baca Juga:
SPMB 2026 Kota Madiun Terapkan Full Daring, Ada Perubahan Rayon hingga Jalur DomisiliMulai dari penataan taman, akses masuk kawasan, area bermain anak, hingga penempatan ikon maskot Kota Madiun agar memiliki daya tarik dan identitas khas.
“Semua harus dimatangkan. Dan untuk penempatan maskot itu yang paling penting, agar lebih menarik dan Kota Madiun memiliki identitas khas,” tambahnya.
Ia menilai RTH dan taman kota tidak cukup hanya dirancang rapi dan indah, tetapi juga harus memiliki konsep yang kuat sehingga nyaman dimanfaatkan masyarakat.
Selain menjadi ruang rekreasi warga, kawasan publik tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas pelaku UMKM agar ruang publik di Kota Madiun semakin hidup dan produktif.
Baca Juga:
Lempar Narkoba ke Dalam Lapas Madiun Gagal, Paket Sabu Tersangkut di Kawat Berduri“RTH dan taman kota harus dirancang tidak sekadar rapi dan indah. Namun juga memiliki konsep yang kuat sehingga nyaman untuk dimanfaatkan masyarakat. Gunanya juga untuk mendukung aktivitas warga dan pelaku UMKM agar ruang publik di Kota Madiun semakin hidup,” pungkasnya.(*)