KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah dengan meluncurkan aplikasi Gandheng ATS (Gerakan Andhum Handarbeni Penanganan Anak Tidak Sekolah) Berbasis Early Warning System.

Inovasi digital ini merupakan gagasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman sebagai sistem peringatan dini sekaligus intervensi kebijakan yang terpadu.

Peluncuran aplikasi secara resmi dilakukan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Sleman pada Rabu 5 Agustus 2026.

Strategi Utama dan Landasan Hukum

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, menjelaskan bahwa program ini dilandasi oleh Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 40 Tahun 2024.

Baca Juga:
Bupati Sleman Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih, Pamong Kalurahan Wajib Profesional dan Utamakan Rakyat!

Program tersebut ditopang oleh tiga strategi utama, yakni penguatan regulasi melalui Standar Operasional Prosedur pelayanan terpadu, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pengembangan sistem monitoring digital berbasis Early Warning System.

"Gandheng ATS merupakan respon kebijakan atas kebutuhan transformasi tata kelola yang kolaboratif dan adaptif. Kami mengusung filosofi Andhum Handarbeni berbagi rasa, memiliki, dan bertanggung jawab bersama demi mewujudkan Sleman bebas ATS," ujar Mustadi.

Cara Kerja Aplikasi Gandheng ATS

Aplikasi ini beroperasi secara sistematis melalui empat tahap implementasi berbasis sistem peringatan dini di lapangan. Tahap pertama dimulai dari deteksi dini dan peringatan otomatis dengan memantau data kehadiran serta risiko siswa di sekolah.

Jika seorang murid terindikasi sering absen atau berpotensi putus sekolah, sistem secara otomatis akan mengirimkan notifikasi kepada pihak sekolah dan dinas.

Tahap berikutnya adalah pemetaan akar penyebab anak tidak sekolah secara presisi, mulai dari faktor ekonomi, kendala keluarga, hingga kondisi kesehatan.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Dorong Mutu Pendidikan dan Komitmen Transparansi di SMPN 1 Godean

Data yang telah terverifikasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan rujukan atau intervensi terpadu melalui instansi terkait, yang diakhiri dengan pemantauan dan evaluasi secara langsung.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan apresiasi penuh serta dukungan nyata terhadap inovasi ini agar dapat memberikan dampak langsung di masyarakat. Ia berharap aplikasi tersebut benar-benar mampu mendeteksi akar masalah secara tepat, baik karena faktor ekonomi, keluarga, maupun kesehatan.

Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan, dengan memastikan mutu pembelajaran di sekolah non-formal atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat memiliki standar yang sama baiknya dengan sekolah reguler. (*)