Pelantikan KPPS di Sleman Viral Gara-Gara Snack Tak Layak, Ini Klarifikasi KPU

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

25 Jan 2024 13:59

Thumbnail Pelantikan KPPS di Sleman Viral Gara-Gara Snack Tak Layak, Ini Klarifikasi KPU
Sekretaris KPU Sleman Yuyud Futrama (baju putih) dalam audiensi di kantor KPU Sleman (25/1/2024). (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

KETIK, SLEMAN – Sebanyak 83.524 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang akan bertugas melayani pemilih pada pemungutan dan penghitungan suara 14 Februari 2024 di DI Yogyakarta dilantik secara serentak. Pelantikan yang dilakukan Kamis (25/1/2024) bertempat di masing-masing kapanewon/kemantren di 5 kabupaten/kota se-DIY.

Sayangnya kabar tidak sedap menyertai prosesi pelantikan KPPS yang ada di Kabupaten Sleman. Sejumlah PPS yang baru dilantik dan minta dirahasiakan identitasnya mengungkapkan snack yang disajikan dalam acara tersebut seperti lazim. Dia bahkan menyebut snack yang diberikan seperti orang yang sedang takziah (melayat).

Narasumber ini juga menunjukkan foto snack yang diterimanya berupa air dalam kemasan gelas merk Daxu dan satu buah roti. Menurutnya snack tersebut didroping oleh KPU Sleman melalui salah satu vendor.

Ternyata kegaduhan terkait hal itu juga terjadi di dunia maya. Salah satunya disuarakan akun medsos X (dahulu Twitter) @iniazizia. "SERBA SERBI SNACK PELANTIKAN KPPS DI KABUPATEN SLEMAN. Terima kasih daxu dan roti-gu sudah berkenan mengganjal perut kami," cuit akun tersebut.

Baca Juga:
Eks Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Divonis 4 Tahun Penjara, Satu Hakim Minta Terdakwa Dibebaskan

Postingan tertanggal 24 Januari 2024 pukul 12.32 PM tersebut juga disertai foto air minum kemasan dalam gelas merk daxu dan sebuah roti bermerk roti-Qu.

Akun @yourfutureasset juga melakukan sindiran bernada serupa. "Sekelas KPU kabupaten menyediakan konsumsi untuk pelantikan KPPS serentak se-kabupaten seperti ini? Sudah tidak ada uang transport dan makan siang. snack tidak jauh beda dengan snack di lelayu @KPUSleman @Humas KPUDIY @KPU ID @lniSleman," cuitnya.

Foto Foto snack pelantikan KPPS hari ini. (Foto: salahsatu peserta pelantikan KPPS  for Ketik.co.id)Foto snack pelantikan KPPS Sleman (25/1/2024). (Foto: Peserta pelantikan KPPS for Ketik.co.id)

Beberapa akun lain juga memposting terkait snack yang apa adanya itu di Instagram. Salah satunya @merapi_uncover. "Yang baru dilantik KPPS, apa kabar?," tulisnya sambil memposting gambar snack tersebut. Postingan itu langsung ditanggapi ratusan netizen.

Baca Juga:
Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, Ahmad Baehaqi mengungkapkan kebijakan anggaran terkait konsumsi ada di Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dalam hal ini, KPA adalah sekretaris KPU Sleman.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah Jagabaya (unsur pelaksana teknis pembantu Lurah bidang pemerintahan dan keamanan) selaku pengampu kegiatan di Kalurahan di Sleman, Kamis siang (25/1/2024) mendatangi kantor KPU Sleman.

Mereka bermaksud melakukan audensi mempertanyakan uang transport bagi anggota KPPS yang dilantik. Mereka juga meminta pertanggungjawaban menyangkut snack yang didistribusikan oleh vendor tersebut.

Dalam acara itu, Sekretaris KPU Sleman Yuyud Futrama menyatakan kegiatan pelantikan KPPS tersebut memang tidak ada uang transportnya. Menurut Yuyud, uang transport akan diberikan pada saat Bimtek besok. Dari rencana semula sebesar @Rp35 ribu menjadi @Rp50 ribu.

Selanjutnya para Jagabaya menyoroti snack yang didistibusikan oleh KPU Sleman melalui vendor yang mereka nilai sangat tidak layak untuk disajikan. Untuk hal ini, Sekretaris KPU Sleman Yuyud Futrama mengaku kejadian ini juga telah mendapat sorotan dari KPU RI.

Foto Suasana saat para Jagabaya audensi di KPU Sleman (Foto: Fajar Rianto / Ketik.co.id)Suasana saat para Jagabaya audensi di KPU Sleman (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

Dalam acara yang sama, vendor snack tersebut juga dihadirkan. Perusahaan yang berbadan hukum PT dan berkedudukan di Sleman itu menyebut anggaran untuk konsumsi yang digelontorkan KPU Sleman sebesar @Rp15 ribu dipotong PPH.

Namun, dalam prakteknya vendor tersebut mengaku harga snack yang disajikan pada saat pelantikan anggota KPPS senilai @Rp 5.500. Saat dicecar dalam forum tersebut, ia mengaku ambil untung @Rp 2.500. Dalihnya karena sudah di sub-kan ke vendor yang lain lagi.

Disebutkan oleh Yuyud, di Sleman terdapat 3.457 TPS. Masing-masing TPS terdapat 7 orang KPPS. Sehingga kalau dihitung kebutuhan snack sebanyak 24.199 box. Jumlah tersebut belum ditambah tamu undangan di antaranya Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa, Pengawas Kalurahan dan sebagainya. Sehingga kalau ditotal jumlahnya menjadi 24.500 box snack.

Yuyud juga menyebutkan vendor tersebut sudah masuk dalam e-katalog dan dipilih melalui mekanisme lelang. "Saat zoom vendor ini menawarkan satu box senilai @Rp 15 ribu, dan berisi 4 macam snack," terangnya.

Dalam kesempatan ini vendor bermaksud mengembalikan uang sebesar Rp 5.000 per orang. Namun tawaran tersebut ditolak oleh para Jagabaya. Selanjutnya, diputuskan KPU Sleman tidak akan memakai vendor ini lagi. Termasuk untuk kegiatan Bimtek KPPS Pemilu 2024 besok. Sebagai gantinya, pengadaan snack, berikut anggarannya akan diberikan kepada Kapanewon. (*)

Baca Sebelumnya

FTP UB Meriahkan Dies Natalis ke-26 dengan Launching Corporate Laboratorium dan COE Baru

Baca Selanjutnya

Mengenal Pot Kokedama dari Kota Batu yang Tembus Pasar Jepang

Tags:

Pelantikan KPPS KPU Sleman Snack Uang Transport KPU DIY Bawaslu Sleman Bawaslu DIY Polda DIY Kejati DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar