Gema Takbir Iduladha di Kejati DIY, Merawat Sinergi Tanpa Sekat Lewat Berbagi

29 Mei 2026 16:23 29 Mei 2026 16:23

Fajar Rianto, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gema Takbir Iduladha di Kejati DIY, Merawat Sinergi Tanpa Sekat Lewat Berbagi

Secara simbolis, Yanuar Utomo (pecis) menyerahkan tali sapi kurban kepada petugas penjagal, disaksikan jajaran pejabat dan pegawai Kejati DIY. Tahun ini, Kejati DIY menyembelih 5 sapi dan 1 kambing murni hasil gotong royong pimpinan dan karyawan. (Foto: Lik Is for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DI Yogyakarta terlihat sibuk Jumat pagi 29 Mei 2026. Gema takbir yang bersahut-shutan mengiringi prosesi penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H.

Tahun 2026 ini, Korps Adhyaksa tersebut menyembelih 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Menariknya, seluruh hewan kurban tersebut bukan berasal dari sokongan pihak luar, melainkan murni dari hasil patungan dan keikhlasan gotong royong unsur pimpinan hingga seluruh karyawan di lingkungan Kejati DIY.

Sejak pukul 07.00 WIB, jalannya pemotongan hewan kurban dipantau langsung oleh Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DIY, Yanuar Utomo yang bertindak sebagai Ketua Panitia. Manajemen kepanitiaan pun terlihat taktis. Hanya dalam hitungan jam, daging dari 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing tersebut sudah rapi teremas dan siap didistribusikan.

Menariknya lagi, Kejati DIY menerapkan sistem distribusi yang sangat inklusif. Daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi internal pegawai, melainkan diprioritaskan untuk mengapresiasi "pilar-pilar pelayan" kantor.

Mulai dari petugas pengamanan (satpam), office boy (OB), cleaning service, hingga penjaga kantin. Tidak ketinggalan, para wartawan yang selama ini menjadi mitra kerja strategis kejaksaan dalam menyuarakan kinerja penegakan hukum juga turut mendapat penyaluran.

Foto Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati D.I. Yogyakarta, Yanuar Utomo SH MHum, memberikan sambutan pada acara penyerahan hewan kurban di Kantor Kejati DIY, Jumat (29/5). Yanuar, selaku Ketua Panitia Kurban 1447 H/Tahun 2026, menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas antarpegawai. 
(Foto: Lik Is for Ketik.com)Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati D.I. Yogyakarta, Yanuar Utomo memberikan sambutan pada acara penyerahan hewan kurban di Kantor Kejati DIY, Jumat, 29 Mei 2026. Yanuar, selaku Ketua Panitia Kurban 1447 H/Tahun 2026, menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas antarpegawai. (Foto: Lik Is for Ketik.com)

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIY, Langgeng Prabowo menegaskan bahwa momentum Iduladha kali ini menjadi refleksi besar bagi korpsnya untuk menyeimbangkan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

"Idul kurban atau Iduladha ini merupakan perwujudan nyata dari nilai Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Ini adalah makna pengorbanan yang sesungguhnya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui pelaksanaan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya," ujar Langgeng Prabowo saat ditemui di ruangannya, Jumat 29 Mei 2026.

Langgeng yang telah malang melintang di berbagai daerah ini kembali memaparkan sambutan Aspidum Kejati DIY sebelumnya, bahwa perintah berkurban memiliki landasan teologis yang kuat di dalam Al-Qur'an Surat Al-Kautsar ayat 2, yakni "Fasholli Lirobbika Wanhar" yang berarti "Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah".

"Iduladha mengandung pesan-pesan mulia berupa nilai pengorbanan dan kemanusiaan yang bersifat universal. Momentum ini menjadi bentuk keteladanan bagi kita semua untuk meneladani Nabi Ibrahim AS yang senantiasa taat, tunduk, dan sangat ikhlas dalam menjalankan perintah Allah SWT," imbuhnya.

Foto Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta berseragam khusus ikut mengawasi proses pemotongan daging kurban di area penyembelihan untuk memastikan kesehatan dan standar higienis. (Foto: Lik Is for Ketik.com)Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta berseragam khusus ikut mengawasi proses pemotongan daging kurban di area penyembelihan untuk memastikan kesehatan dan standar higienis. (Foto: Lik Is for Ketik.com)

Bagi Langgeng pribadi, atmosfer perayaan Iduladha tahun ini terasa sangat berkesan. Maklum saja, pria ramah ini baru dua bulan mengemban amanah baru sebagai Kasi Penkum Kejati DIY. Kendati terhitung sebagai wajah baru di DI Yogyakarta, rekam jejak Langgeng di Korps Adhyaksa sudah teruji di berbagai medan penugasan lintas pulau.

Ia mengawali kariernya benar-benar sebagai CPNS di bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Totalitasnya di Indonesia Timur membawa Langgeng dipercaya menjabat Kasi Intel Kejari Kupang.

Setelah kenyang bertugas di NTT, ia ditarik ke tanah Jawa dan berturut-turut memegang tongkat komando sebagai Kasi Datun Kejari Sragen, Kasi Intel Kejari Kendal, hingga jabatan terakhirnya sebagai Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) di Kejari Kota Magelang.

"Menjadi Kasi Penkum di DIY tentu punya dinamika tersendiri. Namun, melihat semangat kebersamaan yang luar biasa dari seluruh pimpinan, pegawai, hingga rekan-rekan media dalam momen kurban hari ini, saya optimis sinergi dan keterbukaan informasi publik ke depan akan jauh lebih solid," pungkasnya optimis. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kejati DIY Iduladha 2026 ibadah kurban Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo Dwi Fungsi Kesalehan Kebersamaan Adhyaksa