Peduli Seniman! Bumi Laras Manunggal Jadi Ruang Berkreasi di Surabaya

Jurnalis: Intan Sri
Editor: Fiqih Arfani

4 Sep 2025 16:55

Thumbnail Peduli Seniman! Bumi Laras Manunggal Jadi Ruang Berkreasi di Surabaya
Alat musik gamelan, kelir, dan kotak wayang di Sanggar Bumi Laras Manunggal, Surabaya. Tempat ini menjadi ruang berkesenian bagi generasi muda untuk melestarikan budaya Jawa, Kamis (4/9/2025). (Foto: Intan/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Sanggar Bumi Laras Manunggal menjadi ruang bersama  para seniman di Surabaya untuk berkreasi. Sanggar yang berdiri pada tahun 1995 ini menjadi rumah bagi berbagai paguyuban seni budaya yang aktif hingga kini.

Pendiri Sanggar Bumi Laras Manunggal, Sugito, menceritakan awal berdirinya tempat kesenian yang berada di Jalan Gayung Kebonsari Injoko Nomor 60 itu.

"Sanggar ini saya rintis mulai tahun 1995, saat itu kami melihat di Surabaya dan sekitarnya belum banyak tempat untuk orang-orang yang ingin berkesenian dan melestarikan budaya. Karena itu, kami memutuskan mendirikan sanggar wayang kulit ini,” jelasnya.

Untuk keberlangsungan sanggar yang terbuka untuk umum ini, kini diketuai oleh Dr. Adam Suwito, SH, MH. Dia terus mendorong aktivitas sanggar agar tetap berjalan aktif.

Baca Juga:
Harmoni Budaya di Moyoketen! Kala Gema Wayang dan Legitnya Kupat Melebur Menyatu

Sanggar yang lokasinya tepat di belakang kantor ATR/BPN tersebut bangunannya sangat sederhana. Meski begitu, sanggar ini menaungi berbagai kelompok seni. Di antaranya Wayang Kulit gagrak Solo, Wayang Kulit gagrak Jawa Timuran, hingga campursari Langen Gita Surabaya.

Mengenai nama sanggar, Sugito menuturkan ada makna khusus. Dia terinspirasi dari nama kantor tempat dia bekerja.

“Nama sanggar ini saya ambil dari  Badan Pertanahan Nasional. Dari situlah lahir nama Bumi Laras Manunggal,” ujar bapak satu anak itu.

Selain wayang kulit, sanggar ini juga menjadi rumah bagi komunitas Jaranan Turonggo Singo Barong, para master ceremony (MC) manten dan cucuk lampah yang biasa terlibat dalam prosesi adat Jawa.

Baca Juga:
Wayang Kulit Ki Sudrun di Blitar Jadi Media Dakwah, Kritik Hukum Tumpul dan Kerusakan Alam

Aktivitas latihan di sanggar dilakukan secara rutin tiap Rabu malam, khususnya untuk wayang kulit. Tak hanya itu, sanggar ini sering dipakai untuk acara-acara budaya lainnya seperti peringatan Hari Wayang dan pertunjukan seni lokal.

Peralatan di sanggar terbilang lengkap. Terdapat gamelan wayang, sound system, panggung permanen, serta panggung rigging yang menunjang pementasan. Semua perlengkapan itu disiapkan swadaya dan dikelola secara kolektif oleh komunitas.

Untuk mempertahankan minat masyarakat terhadap wayang kulit, sanggar terus menghidupkan kegiatan budaya.

“Kami rutin menggelar latihan, pementasan, melibatkan generasi muda supaya mereka tidak asing dengan wayang. Harapan kami, sanggar ini bisa tetap hidup sebagai ruang pelestarian budaya,” tutur dia. (*)

Baca Sebelumnya

Breaking News! Pendiri Gojek Nadiem Makarim Tersangka Kasus Pengadaan Laptop

Baca Selanjutnya

KAI Daop 7 Madiun Catat Kenaikan Okupansi Penumpang Jelang Long Weekend

Tags:

sanggar kesenian budaya gayungan Wayang Kulit

Berita lainnya oleh Intan Sri

Siswa SMK 2 Probolinggo Kembangkan Perangkap Hama Bertenaga Panel Surya Ramah Lingkungan

14 Februari 2026 18:10

Siswa SMK 2 Probolinggo Kembangkan Perangkap Hama Bertenaga Panel Surya Ramah Lingkungan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H