KETIK, JOMBANG – Pabrik pengolahan ayam PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) yang berada tepat di samping bangunan SMPN 4 Jombang menjadi sorotan setelah bau menyengat diduga mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Aroma yang disebut menyerupai bau limbah organik tersebut semakin kuat dalam tiga hari terakhir. Dampaknya, sejumlah siswa SMPN 4 Jombang mengalami mual hingga muntah sehingga pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa dan mengalihkan pembelajaran secara daring.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bau. Pihak sekolah SMPN 4 Jombang, juga mengaku menemukan dugaan luapan limbah cair dari area usaha menuju saluran got umum.
Kondisi ini kemudian mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang yang turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi usaha.
Berdiri Tepat di Samping Bangunan Sekolah
Baca Juga:
Disdikbud Jombang Alokasikan Rp2,92 Miliar untuk Rehabilitasi 25 Sekolah NegeriKepala SMPN 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo, mengatakan keberadaan fasilitas pengolahan ayam yang lokasinya sangat berdekatan dengan lingkungan sekolah membuat persoalan bau langsung berdampak pada aktivitas pendidikan.
Menurut Agus, bau sebenarnya sudah mulai tercium beberapa hari sebelum akhirnya semakin kuat.
Puncaknya terjadi pada hari ketiga ketika aroma tersebut disebut mulai memenuhi ruang kelas.
"Siswa sampai mual dan muntah-muntah, guru-guru juga tidak sanggup mengajar di dalam kelas. Karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, saya langsung berkoordinasi dengan dinas untuk mengizinkan pembelajaran dialihkan secara daring," ujar Agus, Senin, 28 September 2026.
Baca Juga:
Jombang Eco Creative Jadi Momentum Bangun Budaya Peduli LingkunganKondisi tersebut membuat sekolah harus mengambil langkah untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.
Bagi pihak sekolah, persoalan bau menjadi lebih serius karena sumber yang diduga menimbulkan gangguan berada sangat dekat dengan ruang belajar siswa.
Untuk mengetahui sumber bau, pihak sekolah bersama sejumlah guru mendatangi lokasi usaha pengolahan ayam yang berada tepat di sebelah bangunan kelas.
Di lokasi tersebut, sekolah mengaku menemukan air limbah cair yang meluap dari area pengolahan dan mengalir menuju saluran got umum.
Agus menduga luapan tersebut terjadi karena saluran sanitasi mengalami penyumbatan akibat endapan lemak dan kotoran.
"Luapan tersebut diduga terjadi akibat penyumbatan saluran sanitasi oleh endapan lemak dan kotoran," katanya.
Temuan itu menjadi salah satu alasan pihak sekolah meminta persoalan tersebut segera ditangani, mengingat lokasi usaha berada berdampingan dengan lingkungan pendidikan.
Aktivitas Pencucian Ayam Ikut Dipersoalkan
Selain menemukan dugaan luapan limbah, Agus menyebut pihak sekolah melihat adanya aktivitas pencucian ayam di lokasi fasilitas tersebut.
Menurut Agus, fasilitas itu seharusnya digunakan untuk aktivitas pengemasan ayam.
"Fasilitas di sini seharusnya hanya untuk pengemasan ayam, bukan tempat pencucian. Tapi ternyata pekerja melakukan pencucian di lokasi ini sehingga limbah cairnya menyumbat dan meluap," terang Agus.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari keterangan pihak sekolah mengenai dugaan penyebab munculnya limbah cair dan bau yang mengganggu lingkungan sekolah.
Namun, kepastian mengenai sumber serta mekanisme pengelolaan limbah tersebut masih menunggu pemeriksaan dari instansi yang berwenang.
Bukan Keluhan Pertama dari Sekolah
Agus mengatakan persoalan yang dirasakan sekolah bukan hanya mengenai bau.
Pihak sekolah mengaku sebelumnya juga pernah menyampaikan keluhan terkait suara bising mesin serta asap hitam yang disebut berasal dari aktivitas pembakaran sampah.
Asap tersebut, menurut pihak sekolah, pernah masuk ke lingkungan sekolah ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Untuk persoalan bau terbaru, pihak sekolah mengaku telah berupaya menghubungi perwakilan usaha sejak hari pertama aroma menyengat muncul.
Namun, komunikasi melalui WhatsApp sempat terkendala karena nomor telepon karyawan yang sebelumnya digunakan pihak sekolah telah berganti.
Persoalan tersebut kemudian ditindaklanjuti pemilik PT Jombang Pangan Nusantara, Atta, bersama istrinya, Anisa.
Keduanya menemui pihak sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi terkait gangguan bau tersebut.
Pihak manajemen disebut mengakui adanya kelalaian pekerja yang melakukan aktivitas pencucian ayam di fasilitas pengemasan.
Sebagai langkah penanganan, armada truk penyedot limbah dikerahkan untuk menguras cairan dari saluran penampungan.
Petugas juga melakukan penyemprotan cairan penghilang bau di sekitar lokasi.
Pihak pemilik usaha menyampaikan rencana menghentikan aktivitas pencucian ayam di lokasi tersebut dan memindahkan proses pencucian ke fasilitas lain.
Namun, hingga berita ini ditulis, pihak pemilik usaha belum memberikan keterangan resmi kepada media mengenai hasil sidak tersebut. Pemilik usaha juga tidak bersedia kegiatan pemeriksaan didokumentasikan.
Persoalan ini kini menjadi perhatian karena aktivitas usaha pengolahan ayam berada sangat dekat dengan lingkungan sekolah.
Di sisi lain, sekolah membutuhkan lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar tanpa gangguan bau maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan siswa.
Pemeriksaan DLH nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber bau, kondisi pengelolaan limbah cair, serta langkah yang harus dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali mengganggu kegiatan pendidikan di SMPN 4 Jombang.(*)