Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Editor: Muhammad Faizin

19 Apr 2026 08:40

Headline

Thumbnail Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari
Ilustrasi hemofilia. RSUD Buleleng.

KETIK, YOGYAKARTA – Hemofilia merupakan penyakit genetik yang menyebabkan darah sulit membeku, sehingga perdarahan berlangsung lebih lama dari kondisi normal. Dalam beberapa kasus, perdarahan bahkan bisa terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Kondisi ini membuat luka kecil berpotensi menjadi serius jika tidak segera ditangani. Namun, bahaya terbesar hemofilia justru sering terjadi di dalam tubuh dan tidak terlihat secara langsung.

Guru Besar Bidang Genetika Molekuler Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, menjelaskan bahwa hemofilia disebabkan gangguan pada gen F8 atau F9 yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Ia menyebutkan terdapat dua jenis utama hemofilia, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A terjadi akibat kekurangan faktor pembekuan darah gen F VIII, sedangkan hemofilia B disebabkan kekurangan faktor gen F IX.

Baca Juga:
Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

“Sebanyak 85 persen kasus yang ditemukan merupakan pasien hemofilia A,” terangnya, Sabtu, 18 April 2026.

Setiap 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia sedunia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pencegahannya. 

Menurut Niken, gejala hemofilia tidak selalu terlihat dari luka luar. Perdarahan justru lebih sering terjadi di dalam sendi dan otot.

“Perdarahan yang paling sering terjadi justru di dalam sendi dan jaringan otot, bukan hanya di permukaan kulit,” ujarnya.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan nyeri, pembengkakan, serta kekakuan pada sendi, terutama di lutut dan pergelangan kaki. Jika terjadi berulang, perdarahan dapat menyebabkan kerusakan permanen dan gangguan pergerakan.

Niken menambahkan, hemofilia lebih banyak dialami laki-laki karena hanya memiliki satu kromosom X. Sementara perempuan umumnya menjadi pembawa sifat (carrier) tanpa gejala berat.

Di sisi lain, perkembangan terapi gen mulai membuka harapan baru dalam penanganan hemofilia. Terapi ini bertujuan memasukkan gen normal ke dalam tubuh pasien agar dapat memproduksi faktor pembekuan darah secara mandiri.

“Terapi gen membuka harapan baru agar hemofilia dapat menjadi kondisi yang jauh lebih terkendali di masa depan,” ujarnya.

Meski demikian, terapi ini masih dalam tahap penelitian dan belum dapat digunakan secara luas karena masih menghadapi sejumlah tantangan.

Niken menegaskan bahwa dengan diagnosis yang tepat, pengobatan rutin, dan edukasi yang baik, penderita hemofilia tetap dapat menjalani hidup secara normal dan produktif. (*)

Baca Sebelumnya

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Minggu 19 April 2026: Kota Malang Berawan, Batu Hujan Ringan

Baca Selanjutnya

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Tags:

apa itu hemofilia gejala hemofilia jenis hemofilia hemofilia A dan B penyebab hemofilia perdarahan internal terapi gen hemofilia

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

19 April 2026 07:40

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda