KETIK, JAKARTA – Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki bukanlah pendatang baru di dunia politik. Sebelum dilantik sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025-2030, politisi Partai Golkar tersebut merupakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang banyak berkecimpung dalam isu kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.

Emanuel Melkiades Laka Lena lahir di Oeba, Kota Kupang, NTT, pada 10 Desember 1976. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johanes Gadjo Kede dan Sofia Wangga.

Dalam kehidupan keluarga, Melki menikah dengan Mindriyati Astiningsih. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak bernama Michelle Pininta Rivera Laka Lena.

Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024, Melki maju dalam Pemilihan Gubernur NTT 2024.

Ia berpasangan dengan Johanis Asadoma. Pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma berhasil meraih suara terbanyak dengan 1.004.055 suara atau 37,33 persen.

Baca Juga:
Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Meninggal, 157 Rumah Rusak Berat

Hasil tersebut mengungguli dua pasangan calon lainnya. Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto memperoleh 873.524 suara atau 32,47 persen. Sementara itu, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu meraih 812.353 suara atau 30,20 persen.

Kemenangan tersebut mengantarkan Melki dan Johanis Asadoma menjadi pasangan pemimpin baru NTT.

Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Johanis Asadoma dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025.

Baca Juga:
Profil Muhammad Sarmuji: Dari Aktivis HMI Jadi DPR RI hingga Duduki Sekjen Partai Golkar

Setelah dilantik, Melki membawa visi untuk menjadikan NTT sebagai “Nusa Tanah Terjanji”. Salah satu fokus yang diusungnya adalah hilirisasi non-tambang di berbagai sektor potensial daerah.

Fokus tersebut mencakup pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata, dan perikanan.

Melki mengawali pendidikan di SDK Don Bosco dan menyelesaikannya pada 1989. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Seminar Kisol pada 1990.

Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Katolik Ndao Ende hingga 1992. Setelah itu, Melki bersekolah di Sekolah Menengah Farmasi Kupang dan menyelesaikannya pada 1995.

Ketertarikannya pada bidang farmasi kemudian berlanjut ke pendidikan tinggi. Melki menempuh program Sarjana Farmasi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan menyelesaikannya pada 2001.

Setahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan profesi Farmasi di universitas yang sama.

Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu bekal dalam perjalanan profesional dan politik Melki, terutama ketika dirinya aktif di bidang kesehatan selama menjadi anggota DPR RI.

Sebelum aktif sebagai politikus, Melki memiliki pengalaman di bidang profesional. Pada 2005-2009, ia menjadi bagian dari Tim Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pada periode 2005-2010, Melki juga bekerja sebagai konsultan di Puri Consulting Energi Jakarta. Setelah itu, ia menjadi konsultan GSM Konsep pada 2010-2016.

Kariernya kemudian semakin dekat dengan dunia parlemen. Melki menjadi Tenaga Ahli Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI pada 2012-2013.

Selanjutnya, pada 2014-2018, ia dipercaya menjadi Staf Khusus Ketua DPR RI.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Melki sebelum akhirnya duduk sebagai anggota DPR RI.

Melki menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Golkar. Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Komisi IX memiliki ruang lingkup tugas yang berkaitan dengan sejumlah bidang, termasuk kesehatan, ketenagakerjaan dan transmigrasi, serta kependudukan.

Selain menjalankan tugas di Komisi IX, Melki juga dipercaya menjadi Deputi Kerja Sama Satgas Covid-19 DPR RI pada periode 2019-2024.

Latar belakang pendidikan farmasi turut memperkuat kiprahnya dalam bidang kesehatan. Pada 2021-2022, Melki dipercaya menjadi Ketua Panitia Kerja Tata Kelola Obat dan Alat Kesehatan DPR RI.

Kemudian pada 2023, ia menjadi Ketua Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Kesehatan DPR RI. Pada 2024, Melki juga menjadi salah satu inisiator Kaukus Tuberkulosis DPR RI.

Ia turut memimpin berbagai panitia kerja Komisi IX DPR RI serta sejumlah kunjungan kerja reses ke berbagai provinsi di Indonesia. Melki juga tercatat dua kali memimpin kunjungan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengalaman Melki di bidang kesehatan juga membawanya terlibat dalam sejumlah forum internasional.

Pada Maret 2024, ia menjadi pembicara dan panelis dalam Dialog Regional tentang pencapaian komitmen pertemuan tingkat tinggi PBB mengenai tuberkulosis di Manila, Filipina.

Sebelumnya, pada Maret 2023, Melki menjadi perwakilan DPR RI dalam KTT Tuberkulosis Asia dan Pasifik di Delhi dan Varanasi, India.

Ia juga menjadi perwakilan DPR RI dalam Konferensi Global Anggota Parlemen tentang Kependudukan dan Pembangunan menuju KTT G7 Hiroshima 2023 di Tokyo.

Pada September 2023, Melki mengikuti konferensi International Health Economics Association (IHEA) ke-15 di Cape Town, Afrika Selatan. Ia juga menjadi pembicara dalam pertemuan tingkat tinggi Sidang Umum PBB mengenai perlawanan terhadap tuberkulosis pada September 2023.

Selain itu, Melki pernah memimpin delegasi DPR RI dalam kunjungan ke sejumlah negara, di antaranya Ekuador, Italia, Amerika Serikat, Republik Ceko, Jepang, dan Korea Selatan.

Sebelum memiliki karier politik yang panjang, Melki telah aktif dalam organisasi. Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) pada 2002-2004.

Pada 2010, Melki tercatat sebagai salah satu deklarator organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat (NasDem). Ia juga menjadi bagian dari Badan Pengurus Nasional Forum Komunikasi Alumni PMKRI sejak 2010 hingga sekarang.

Di bidang profesi, Melki pernah menjadi anggota Divisi Advokasi GP Farmasi pada 2011.

Karier organisasinya di Partai Golkar kemudian berkembang. Pada 2015-2016, ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar sekaligus Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar.

Sejak 2017, Melki menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar NTT.

Ia juga pernah menjadi Ketua PPK Kosgoro 1957 pada 2017-2020. Sejak 2021, Melki dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi Penggalangan Opini PPK Kosgoro 1957. (*)