KETIK, TRENGGALEK – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh MAN 1 Trenggalek dalam kejuaraan sepak bola antar pelajar tingkat SLTA atau Trenggalek Student League (TSL) 2026 usai mengalahkan SMA Negeti 1 Trenggalek 1-0 di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Senin 3 Agustus 2026.
Di partai final tersebut, gol semata wayang MAN 1 Trenggalek diciptakan oleh Khoirul Anam menit ke-25+2 (injury time).
Pada babak pertama kedua sekolah negeri tersebut memperagakan permainan cepat dan ketat. Pun demikian terjadi jual beli serangan.
Pada masa injury time babak pertama Khoirul Anam berhasil mencetak gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk MAN 1 Trenggalek, bertahan hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, SMA Negeri 1 Trenggalek tampil agresif dan menciptakan beberapa peluang. Sayangnya tidak bisa dikonversi menjadi gol.
Baca Juga:
Apesnya Warga Sudimoro Pacitan: 10 Tahun Jalannya 'Remuk', Tak Diberi Aspal Cuma Ditambal SemenHingga wasit meniup peluit panjang 2×25 menit tanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah tetap 1-0.
Ketua panitia penyelenggara (Panpel) TSL 2026, Irnanda Setyoko mengatakan, gelaran TSL 2026 ini dimaksudkan untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat yang ada di Trenggalek.
"Kami berharap TSL ini bisa digelar setiap tahun, sekaligus sebagai ajang pembinaan pesepakbola muda," ucapnya kepada Ketik.com.
Tito sapaan dia berharap agar pesepakbola muda di Trenggalek tetap semangat dalam meraih cita-cita agar bisa membawa nama harum Trenggalek, tidak hanya di tingkat regional dan nasional.
Baca Juga:
Judo Trenggalek Bidik Emas Perdana di Porprov Jatim 2027, Siapkan 10 Atlet Terbaik"Syukur-syukur hingga tingkat dunia," ujarnya.
Ia menyampaikan, TSL diikuti oleh 9 tim untuk tingkat SLTP sederajat, dan 7 tim untuk tingkat SLTA sederajat.
"Kita akan usahakan TSL bisa diselenggarakan setiap tahun, meskipun tidak harus di bulan Agustus," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi cukup mengapresiasi kejuaran sepak bola di tingkat pelajar tersebut, karena bisa dijadikan sarana untuk memantau pemain-pemain muda berbakat yang ada di Trenggalek.
"Ini artinya sepak bola Trenggalek kembali bergairah. Kalau kemarin ada piala kemerdekaan, sekarang ada TSL," tandasnya.
Untuk itu, lanjut orang nomor satu di DPRD Kabupaten Trenggalek, kejuaraan pelajar ini bisa berkesinambungan setiap tahunnya.
Paling tidak ada gelaran lain di level yang berbeda.
"Paling tidak bisa mempertegas jika sepak bola Trenggalek mulai bangkit. Saya yakin, dengan banyak kompetisi yang digelar akan muncul bibit-bibit unggulan dari 14 kecamatan yang ada di Trenggalek," tutupnya (*)