Mengejar Mimpi Indonesia, "Raja Sepak Bola Asean", Pertaruhan Nasib Erick Thohir dan John Herdman

16 September 2026 18:39 16 Sep 2026 18:39

Agus Riyanto, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mengejar Mimpi Indonesia, "Raja Sepak Bola Asean", Pertaruhan Nasib Erick Thohir dan John Herdman

Oleh: Agus Riyanto*

Sejak kali pertama Piala AFF tahun 1996 hingga saat ini, Indonesia belum pernah mencicipi gelar juara. Capaian terbaiknya hanya finis sebagai runner up sebanyak enam kali. Segala upaya telah dilakukan oleh PSSI untuk bisa pecah telur. Mulai dari mendatangkan pelatih  kelas dunia hingga naturalisasi pemain keturunan. Hasilnya sama saja, gagal membawa trofi lambang supermasi terbesar di kawasan Asean.

Paling gres dan banyak menjadi perbincangan publik adalah tampil dengan skuad mewah dan mempunyai nilai pasar sebesar Rp 179 miliar justru terpuruk dibabak fase grup. Hampir semua pemain keturunan yang bermain di liga domestik menjadi  pilar Timnas Indonesia, hasilnya tetap gagal menjadi juara. Bahkan dipermalukan Singapura yang sukses lolos kebabak semi final. Parahnya lagi, kalah telak melawan Vietnam saat laga home.

Kini PSSI kembali merajut target juara dalam FIFA ASEAN CUP 2026 yang akan berlangsung mulai 25 September mendatang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Anak asuh John Herdman akan bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Bangladeh untuk memperebutkan puncak klasemen sekaligus maju kebabak final.

Pecinta sepak bola di tanah air berharap banyak kepada para pemain Indonesia yang merumput di liga eropa. Sebut saja Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, Marteen Paes dan Justin Hubner. Mereka seakan diamanati untuk mempersembahkan trofi FIFA ASEA CUP 2026. Karena, skuad Timnas Indonesia jauh lebih mentereng jika dibandikan peserta lainnya. Termasuk Vietnam dan Thailand, dua tim yang diunggulkan menjadi pesaing.

Dengan materi pemain yang rata-rata punya pengalaman bermain di liga elit Eropa, tentu menjadi juara FIFA ASEAN CUP 2026 bukanlah perkara sulit. Tinggal bagaimana John Herdman bisa meracik tim sebaik mungkin. Secara matematis tidak ada kendala bagi sang pelatih. Mulai komunikasi bahasa, culture pemain dari Eropa atau faktor lain. Pendeknya, sungguh terlalu kalau sampai menjadi juara.

Jika saja gagal, tentu ini akan menjadi alarm bahaya bagi sang pelatih berkebangsaan Inggris tersebut melanjutkan kontrak kerjasama dengan PSSI. Tak hanya itu, nasib sang Ketua Umum PSSI, Erick Thohir juga akan "bergoyang-goyang. Pecinta sepak bola di tanah air pasti marah dan kecewa berat. Pasalnya, skuad yang diterjunkan dalam kejuaraan level Asean merupakan skuad terbaik sepanjang sejarah. Tak terkecuali tim termahal di gelaran turnamen Asean.

Ekstremnya, ini bukan persoalan mimpi, tapi adalah sebuah momentum untuk merealisasikan mimpi Indonesia menjadi rajanya sepak bola Asean. Selama ini, sepak bola Asean selalu dikuasai oleh Vietnam dan Thailand untuk kelompok senior. Kini momentum ada didepan mata. Skuad mewah dan tampil sebagai tuan rumah.

Tak ada satupun pengamat sepak bola di kawasan Asean yang meragukan kualitas para pemain Indonesia. Tapi kegagalan John Herdman di Piala AFF beberapa waktu yang lalu tetap menjadi kecemasan tersendiri bagi publik. Kepiawaian sang pelatih mulai diragukan. Kini skuad lebih mewah dan bisa disebut dua tingkat diatas peserta lainnya. Target juara sangat realistis, semoga.

*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email [email protected]
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)
Tombol Google News

Tags:

Kejar Mimpi Raja Sepak Bola Asean Erick Thohir Herdman Fifa Asean Cup