KETIK, TRENGGALEK – Mungkin publik masih belum bisa melupakan atas capaian kontingen Kabupaten Trenggalek di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2023 dan tahun 2025. Secara berturut-turut berada pada zona merah atau papan bawah dalam perolehan medali.
Namun, publik juga masih ingat jika Kabupaten Trenggalek pernah bercokol di peringkat 25 di Porprov 2019 dengan memperoleh 5 emas, 4 perak, dan 12 perunggu, dengan total nilai 40. Masa keemasan itu terjadi di era kepemimpinan Tri Santoso, legenda olahragawan Bumi Menak Sopal.
Dari data yang terhimpun, nangkring di peringkat 25 Porprov merupakan peringakat terbaik selama Kabupaten Trenggalek ikut serta event regional yang digelar setiap dua tahun sekali.
Ketik.com mencoba mencari tahu akan rahasia suksesnya bisa melampaui kabupaten/kota yang selama ini dipandang sedikit lebih mentereng dibandingkan Kabupaten Trenggalek. Sebut saja Kabupaten Ngawi, Kabupaten/Kota Probolinggo, Mojokerto, Magetan, dan Kabupaten Sampang.
Tri Santoso mengatakan, salah satu kunci suksesnya adalah persiapan jangka panjang dengan memetakkan atlet yang berpeluang mendapatkan medali. Tak hanya itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) harus berani membebani target medali kepada setiap atlet yang di anggap punya kans.
"Kala itu, saya bersama jajaran pengurus juga mengestimasi berapa jumlah medali yang harus didapat. Termasuk kerangka tim yang akan diberangkatkan," kata Mas Tri sapaan dia kepada Ketik.com, Selasa 15 September 2026.
Tak kalah penting, lanjutnya, pihaknya juga mengkalkulasi kekuatan kabupaten/kota yang bakal menjadi rival agar target yang diusung bisa terealisasi. Palin tidak bisa mendekati target. "Selama satu tahun kami sudah menyiapkan kerangka tim yang akan diberangkatkan. Artinya sudah punya kerangka bayangan," tuturnya.
Kemudian, ada tim dan jajaran pengurus yang rajin memantau perkembangan atlet selama memasuki pemusatan latihan atau melakukan monev. Tak terkecuali bisa memaksimalkan komunikasi dan memacu semangat para atlet.
"Konsepnya sederhana kok," ungkapnya.
Eks legislator DPRD Kabupaten Trenggalek itu cukup optimis jika Kabupaten Trenggalek bisa keluar dari posisi juru kunci pada Porprov 2027. Tinggal bagaimana jajaran KONI membuat formula untuk mendongkrak prestasi atlet.
"Semua tahu, Trenggalek itu gudangnya atlet. Tinggal bagaimana kita bisa menindaklanjuti," terangnya.
Tak kalah penting, ia menyebut jika kalkulasi kabupaten/kota pesaing harus sudah termonitoring, terutama kabupaten tetangga. "Sebagai orang Trenggalek dan eks ketua KONI tentu saya berdoa agar KONI di era kepemimpinan pak Doding bisa melesat dalam perolehan medali di Porprov," pungkasnya (*)
