KETIK, MEDAN – Terminal penumpang tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan kapal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan. Kelancaran operasional pelabuhan menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta stabilitas perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Peran tersebut menjadi salah satu fokus pembelajaran mahasiswa Program Studi S-1 Sosial Ekonomi Perikanan PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri melalui Program Magang Berdampak (sebelumnya MBKM) di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Medan.
Dalam kegiatan magang tersebut, mahasiswa atas nama Bartolomeuz Pangaribuan melakukan pengamatan langsung terhadap operasional terminal penumpang dan sistem pelayanan pelabuhan yang terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan teknis Admi Satria serta arahan akademis Dr. Zainal Abidin, S.Pi., M.B.A., M.P.
Melalui program magang tersebut, mahasiswa mempelajari bagaimana pelayanan pelabuhan yang efektif dapat mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas, termasuk hasil perikanan yang bersifat mudah rusak (perishable). Efisiensi operasional terminal dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap kecepatan distribusi barang sehingga kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tujuan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah optimalisasi berthing time atau waktu sandar kapal. Pengelolaan waktu sandar yang efektif dapat mengurangi antrean kapal maupun kendaraan di terminal sehingga arus distribusi logistik berjalan lebih lancar.
Baca Juga:
Nanas Ngancar Tembus UEA, Mahasiswa Magang Berdampak PSDKU UB Kediri Ikut Dampingi Proses EksporKeterlambatan operasional pelabuhan tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas komoditas perikanan yang dikirim antarpulau. Sebaliknya, operasional yang efisien mampu menekan biaya logistik dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi nelayan, pedagang, serta pelaku usaha di wilayah pesisir.
Selain melakukan pengamatan operasional, mahasiswa juga terlibat sebagai Person in Charge (PIC) Monitoring Angkutan Lebaran 2026. Dalam tugas tersebut, mahasiswa berpartisipasi dalam pemantauan kesiapan terminal penumpang serta evaluasi Standar Pelayanan Minimum (SPM) di berbagai cabang Pelindo Regional 1 guna memastikan pelayanan berjalan aman, nyaman, dan optimal bagi masyarakat.
Kegiatan magang ini sejalan dengan kebijakan strategis Pelindo pada 2026 yang menitikberatkan operasional selama 24 jam setiap hari dan digitalisasi layanan secara terintegrasi. Implementasi kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di Indonesia.
Tidak hanya mendukung sektor transportasi, keberadaan terminal penumpang juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar. Aktivitas pelabuhan mendorong pertumbuhan berbagai usaha pendukung, mulai dari jasa transportasi, perdagangan, kuliner, hingga aktivitas pasar ikan yang menjadi bagian penting perekonomian pesisir.
Baca Juga:
MBKM PSDKU UB Kediri Tingkatkan Pengalaman Mahasiswa di Pabrik Gula NgadiredjoKondisi tersebut menunjukkan bahwa pelabuhan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar pusat transportasi. Kehadiran pelabuhan menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai pentingnya infrastruktur transportasi laut dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Dengan pelayanan terminal yang semakin efisien dan terintegrasi, Pelindo Regional 1 diharapkan terus berperan sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat kepulauan sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi pesisir yang berkelanjutan.