KETIK, MALANG – Program Studi Magister Sosiologi, Direktorat Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyelenggarakan Diskusi Publik Sosiologi Pembangunan dengan tema “Analisa Konflik-Konflik di Perkotaan” pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Dhanny S. Sutopo, Dosen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya, sebagai narasumber, serta Rachmad K. Dwi Susilo, M.A., Ph.D., Ketua Program Studi Magister Sosiologi UMM, sebagai pemantik diskusi.
Forum ini juga menjadi ruang akademik dan dialog publik untuk membahas berbagai dinamika konflik yang muncul di perkotaan sebagai dampak urbanisasi dan urbanisme, khususnya dalam kaitannya dengan proses pembangunan, perubahan sosial, kepentingan masyarakat, serta relasi antaraktor dalam ruang perkotaan.
Diskusi publik tersebut diikuti oleh para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi se-Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Keterlibatan para guru Sosiologi menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif akademik dengan realitas sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Baca Juga:
Mahasiswa Kembali ke Kelas, Fakultas Syariah UIN Malang Pastikan Semester Baru Tanpa KendalaIsu konflik perkotaan memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan masyarakat. Berbagai perubahan yang terjadi di kawasan perkotaan, mulai dari perkembangan wilayah, pembangunan infrastruktur, perubahan fungsi ruang, pertumbuhan permukiman, hingga perbedaan kepentingan antarkelompok masyarakat, terlihat melahirkan berbagai bentuk konflik sosial yang perlu dipahami secara kritis.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi para guru MGMP Sosiologi selama diskusi berlangsung. Hal tersebut tercermin dari banyaknya respons, tanggapan, serta pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber.
Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengaitkan pembahasan dengan berbagai fenomena sosial dan persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Baca Juga:
UIN Malang Gelar Opening PBAK, Bunda Rektor Tegaskan Karakter Ulul Albab yang KritisDalam pemaparannya, Dr. Dhanny S. Sutopo mengajak peserta untuk melihat konflik perkotaan secara lebih kritis. Konflik tidak semata-mata dipahami sebagai bentuk pertentangan atau persoalan sosial, tetapi perlu dianalisis dengan melihat struktur sosial, kepentingan, relasi kekuasaan, serta proses perubahan masyarakat yang melatarbelakanginya.
Analisis terhadap konflik menjadi penting untuk melihat bagaimana berbagai kepentingan bertemu, berhadapan, melakukan negosiasi, dan dalam kondisi tertentu mendorong terjadinya perubahan sosial.
Sementara itu, Rachmad K. Dwi Susilo, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya memahami konflik-konflik di perkotaan sebagai studi sosiologis. Ia memaparkan The New Urban Sociology yang memberikan analisis kota dengan pendekatan neo-Marxis, analisis ruang, serta ajang kapitalisme di perkotaan. Pada akhirnya, kondisi krisis dan konflik perkotaan menjadi tren sekaligus ancaman di kota-kota besar.
Keaktifan peserta dalam menyampaikan pertanyaan dan tanggapan memperlihatkan kebutuhan akan ruang-ruang dialog yang memungkinkan para guru, akademisi, dan komunitas pendidikan bertukar perspektif mengenai persoalan sosiologis aktual. Dengan demikian, diskusi berkembang menjadi proses pertukaran gagasan yang memperkaya pemahaman bersama.
Hari, guru Sosiologi dari Lawang, menyatakan bahwa konflik kebutuhan antara masyarakat dan pemerintah dapat menyebabkan konflik-konflik di perkotaan. Menurutnya, sepanjang tidak ada ruang publik yang mengomunikasikan berbagai kepentingan, krisis perkotaan ini tidak akan pernah usai.
Melalui Diskusi Publik Sosiologi Pembangunan “Analisa Konflik-Konflik di Perkotaan”, Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai berbagai dinamika konflik sosial yang muncul dalam proses perubahan dan pembangunan perkotaan.