KETIK, MALANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menilai mural Malang The Glory Land bukan hanya sekadar spot ikonik Kota Malang, tetapi juga sejarah dan makna yang terkandung dapat dikenalkan pada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Mural Malang The Glory Land telah menemani perjalanan Kota Malang selama berpuluh-puluh tahun hingga saat ini. Mural yang berada di tembok Hotel Riche Heritage ini telah menjadi salah satu semangat solidaritas bagi Aremania, supporter klub sepak bola kebanggaan arek-arek Malang.
Selain itu, mural ini juga telah menjadi spot ikonik sebagai identitas Kota Malang. Sehingga, mural Malang The Glory Land bukan hanya sekadar hiasan dinding, namun juga memiliki makna lebih dalam bagi Kota Malang.
Agoes Basoeki menilai sejarah dan makna dalam mural Malang The Glory Land dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ia menyampaikan bahwa pemandu wisata bisa menjelaskan kepada wisatawan yang datang terkait sejarah dan makna dari mural ini.
"Untuk menjadikan saya tarik atas mural tersebut, tergantung yang pemandu menjelaskan atau menceriterakan karena itu sebenarnya spirit bagi Aremania," ujar Agoes Basoeki.
"Intinya bisa juga jadi daya tarik, misalnya diceritakan tentang maksudnya, alasan mural tersebut buat, kapan dibuat, bila perlu juga diceritakan tentang akibat bila mural tersebut dihapus," imbuhnya.
Agoes Basoeki, Ketua PHRI Kota Malang menilai mural Malang The Glory Land sebagai simbol solidaritas seluruh warga Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Ia juga menyampaikan bahwa mural Malang The Glory Land juga telah menjadi ciri khas dari Kota Malang. Sehingga, ciri khas ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, apalagi ketika mereka tahu makna mendalam dari frasa Inggris tersebut.
Mural Malang The Glory Land saat ini tengah menjadi spot ikonik Kota Malang yang tidak dapat tergantikan. Dengan makna mendalam, mural ini dapat mampu menjadi daya tarik para wisatawan.
Agoes Basoeki berharap ada data asli terkait sejarah dari mural Malang The Glory Land atau diberikan penanda sebagai ikon bersejarah di Kota Malang. Selain itu, pembuatan mural ini juga dengan koordinasi bersama pihak pemilik tembok. Serta perlu ada perhitungan jika ada renovasi pada tembok tersebut.
"Bila mau dijadikan daya tarik wisata, maka perlu data yang autentik tentang sejarahnya, pelakunya, ada buku cerita panduan bagi Pemandu wisatanya, diberi tetenger bila perlu ada prasasti ditempat tersebut, juga berkoordinasi dengan pemilik gedung karena jangan sampai pemilik merasa keberatan atas mural yang nempel didinding luarnya. Serta perlu diperhitungkan bila kelak ada renovasi atas gedung hotel tersebut," jelasnya.
Dengan mural Malang The Glory Land, Kota Malang memiliki spot ikonik yang bermakna sebuah solidaritas seluruh warga Malang dalam mendukung klub Singo Edan kebanggaan arek-arek Malang.(*)
.png)