KETIK, BATU – Aksi konservasi yang melibatkan kepala daerah dari 13 kota anggota Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), digelar sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto bersama sang istri, Ridha Heli Suyanto, mengikuti aksi pelepasan tukik atau anak penyu di kawasan Pantai Sanur, Kota Denpasar, Bali, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Heli Suyanto menilai pelepasan tukik memiliki makna penting yang sejalan dengan semangat “Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara” yang diusung dalam forum APEKSI tahun ini.

Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan berdampingan dengan upaya menjaga keseimbangan alam.

“Pesan yang ingin dibangun dari kegiatan ini adalah pembangunan kota tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Baca Juga:
Kepala BKAD Kota Batu Masuki Masa Pensiun, Pemkot Siapkan Seleksi Terbuka Cari Pengganti Definitif

Ia menambahkan, meskipun Kota Batu merupakan wilayah pegunungan dan tidak memiliki kawasan laut, semangat konservasi tetap relevan diterapkan dalam pembangunan daerah. 

Pemerintah Kota Batu, kata dia, saat ini juga tengah memperkuat perlindungan lingkungan, khususnya di kawasan hulu dan daerah resapan air.

“Walaupun Kota Batu tidak memiliki wilayah pesisir, nilai konservasi seperti ini tetap penting bagi kami, terutama dalam menjaga kawasan hulu dan memperkuat pembenahan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Kegiatan pelepasan tukik tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa selaku tuan rumah, serta Ketua Komwil IV APEKSI yang juga Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama sejumlah kepala daerah lainnya.

Baca Juga:
Mencari 3 Besar Sekda Kota Batu, Pansel Tengah Godok Akumulasi Nilai Akhir