KETIK, JAKARTA – Layanan kesehatan di Bandara AMAA Madinah langsung bergerak memantau kondisi jemaah haji Indonesia setibanya di Tanah Suci pada Senin, 4 Mei 2026, terutama bagi mereka yang mengalami keluhan usai perjalanan panjang dari Tanah Air.
Sebanyak 81 jemaah tercatat mendapatkan pemeriksaan kesehatan, dengan 12 jemaah dalam observasi, 10 dirujuk ke KKHI Madinah, dan 10 lainnya ke rumah sakit Arab Saudi.
Petugas Kesehatan Bandara, Kadhafi, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sejak titik kedatangan untuk memastikan kondisi jemaah segera tertangani sesuai kebutuhan.
“Keluhan jemaah beragam, ada yang lemas, pusing, mual, sesak ringan, hingga membutuhkan observasi. Semua kami tangani sesuai kondisi masing-masing,” ujar Kadhafi di Madinah, Senin, 4 Mei 2026.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menegaskan kesiapsiagaan petugas menjadi kunci dalam pelayanan kedatangan jemaah, sekaligus memberikan rasa aman sejak pertama tiba di Tanah Suci.
Baca Juga:
Sampai Hari ke-14 Operasional Haji Berjalan Lancar, 81.992 Jemaah Diberangkatkan“Kami ingin jemaah merasa aman sejak tiba di Tanah Suci. Jika ada keluhan kesehatan, petugas harus cepat hadir dan mengarahkan jemaah ke fasilitas kesehatan yang sesuai,” ujar Abdul Basir.
Ia menambahkan, koordinasi antara petugas kesehatan, petugas kloter, dan layanan bandara terus diperkuat guna memastikan respons cepat bagi jemaah yang membutuhkan bantuan.
“Begitu ada jemaah yang membutuhkan bantuan, petugas langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan. Harapannya, penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Di tengah padatnya arus kedatangan, layanan kesehatan bandara tetap fokus mengawal kondisi jemaah agar dapat segera beristirahat dan melanjutkan ibadah dengan tenang.
Baca Juga:
Wali Kota Eri Cahyadi Lepas Jamaah Haji, Titip Doa agar Surabaya Semakin Berkah“Kesehatan jemaah adalah bagian penting dari kelancaran ibadah haji. Itu yang kami jaga sejak titik kedatangan pertama di bandara,” tandas Abdul Basir. (*)