Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Barometer Pendidikan Nasional Berbasis Akses Kualitas dan Dampak

2 Mei 2026 09:38 2 Mei 2026 09:38

Fariha Al J., Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Barometer Pendidikan Nasional Berbasis Akses Kualitas dan Dampak

Gubernur Khofifah berinteraksi dengan siswa saat Hardiknas 2026 di Surabaya, pada 2 Mei 2026, menegaskan komitmen Jatim pada pendidikan inklusif, berkualitas, dan berdampak. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Surabaya, Sabtu, 2 Mei 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan Jatim sebagai barometer pendidikan nasional melalui penguatan akses, peningkatan kualitas, dan penciptaan dampak nyata pendidikan.

Komitmen tersebut sejalan dengan tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang dipadukan dengan tema Provinsi Jawa Timur “Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing”.

“Kolerasi kedua tema ini menjadi kunci dalam memperkuat peran Jawa Timur sebagai pusat lahirnya talenta unggul berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Khofifah.

Melalui program Jatim Cerdas, Pemprov Jatim menempatkan pemerataan akses pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikannya. Semua harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama hingga pendidikan menengah,” imbuhnya.

Untuk itu, seluruh jajaran diinstruksikan aktif menyisir anak-anak yang belum bersekolah agar dapat kembali mengakses pendidikan, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Penguatan akses tersebut diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, kualitas fasilitas pembelajaran, serta penciptaan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, aman, dan inspiratif sebagai ruang tumbuh bagi siswa dan tenaga pendidik.

Di sisi karakter, Pemprov Jatim mendorong gerakan budaya integritas yang telah diterapkan di 38 sekolah pada 38 kabupaten/kota dan akan diperluas ke seluruh SMA, SMK, dan SLB. Nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ditanamkan sebagai fondasi pembentukan SDM unggul.

Sebagai bagian dari pendidikan berdampak, kebijakan pembatasan penggunaan gadget selama proses pembelajaran juga diterapkan untuk meningkatkan fokus belajar, memperkuat interaksi sosial, serta pembangun budaya diskusi di kelas.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat literasi membaca dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Selain itu, gerakan sekolah ramah lingkungan turut digalakkan sebagai upaya membentuk kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik sejak dini.

Berbagai inovasi pendidikan juga terus dikembangkan, di antaranya SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) di 146 sekolah, EJIES yang melahirkan ribuan inovasi guru, pengembangan kendaraan listrik di SMK, program Double Track SMA untuk kewirausahaan, serta PROTEG yang mendukung kemandirian ekonomi guru honorer.

Capaian tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat talenta berprestasi yang konsisten meraih hasil unggul di tingkat nasional dan internasional.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan berdampak tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga karakter dan kesiapan masa depan.

“Pendidikan berdampak berarti memastikan siswa fokus belajar, berkarakter kuat, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan. Pembatasan gadget, penguatan literasi, hingga gerakan lingkungan adalah bagian dari upaya besar tersebut,” ujarnya.

Di sisi prestasi, Jawa Timur kembali mencatatkan capaian tertinggi nasional dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, dengan 29.046 siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri, mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.

“Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Timur adalah barometer pendidikan dan prestasi. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan capaian akademik maupun non-akademik,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pemetaan sekolah dalam memberikan gambaran peluang dan tingkat keketatan program studi.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan arah yang jelas bagi siswa dalam menentukan pilihan, sehingga peluang diterima semakin besar,” jelasnya.

Jawa Timur juga mencatat jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP, dengan 8.915 siswa diterima dari 40.213 pendaftar.

Di bidang kejuruan, Jawa Timur meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.

“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, bahwa kecerdasan harus berdampak nyata,” tegas Khofifah.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus memperluas akses pendidikan, memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter generasi yang unggul dan berdaya saing global.

Melalui sinergi Hardiknas 2026 dan “Jatim Cerdas”, Jawa Timur optimistis mempertahankan posisinya sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus kontributor utama menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Barometer Pendidikan Hardiknas 2026 Berbasis Akses Info Surabaya Berita Surabaya