KETIK, PACITAN – Kebakaran lahan kosong yang ditumbuhi alang-alang di Lingkungan Plelen RT 01/RW 06, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jumat petang, 10 Juli 2026, menjadi perhatian petugas.
Peristiwa tersebut diduga dipicu pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pacitan, Ardiyan Wahyudi, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 17.59 WIB dari seorang warga bernama Via. Tak berselang lama, tim Pemadam Kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi.
"Setelah menerima laporan, personel segera bergerak menuju lokasi dengan membawa tiga unit armada pemadam. Respons cepat ini dilakukan agar api tidak meluas ke area lain yang berpotensi terdampak," ujar Ardiyan, Jumat, 10 Juli 2026.
Sebanyak tiga unit armada pemadam dikerahkan dalam proses penanganan. Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 18.30 WIB, kemudian petugas melakukan pembasahan hingga pukul 18.45 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Baca Juga:
Jadi Supplier MBG Harus Lobby ke Mitra? Ini Penjelasan Korwil SPPG PacitanLahan yang terbakar diketahui milik Haryono dengan luas sekitar 15 x 5 meter persegi. Area tersebut dipenuhi alang-alang kering yang membuat api dengan cepat menjalar saat kebakaran terjadi.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja hingga api merembet ke lahan kosong.
"Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kondisi alang-alang yang kering membuat api mudah menjalar sehingga diperlukan penanganan cepat dari petugas," jelas Ardiyan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasuki musim kemarau.
Baca Juga:
Bangunan-Dua Sepeda Motor Hangus, Kebakaran Limbah Triplek Pacitan Rugikan Pemilik Rp150 JutaArdiyan mengingatkan warga untuk tidak sembarangan membakar sampah di lahan terbuka. Menurutnya, api yang terlihat kecil dapat dengan mudah membesar akibat tiupan angin dan menyambar rumput maupun semak-semak kering di sekitarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka tanpa pengawasan. Selain berisiko memicu kebakaran, api juga dapat merembet ke lahan maupun bangunan di sekitarnya, terutama saat cuaca kering dan angin bertiup cukup kencang," tegasnya.
Ia berharap masyarakat lebih mengutamakan cara pengelolaan sampah yang aman dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani sebelum meluas.(*)