KETIK, SIDOARJO – Pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny Buduran telah mencapai 50 persen. Setelah dilakukan ground breaking oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar pada Kamis (11 Desember 2025), progres pembangunan ditinjau oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau Menteri AHY. Anggarannya Rp 122 miliar.
Menko Bidang Infrastruktur AHY datang bersama Bupati Subandi ke lokasi gedung baru Ponpes Al Khoziny di Jalan Siwalanpanji II, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Di lokasi, Menteri AHY yang didampingi Bupati Subandi menyaksikan progres pembangunan gedung. Diperkirakan, bangunan telah tergarap lebih dari 50 persen.
”Tuntaskan proyek pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo ini. Semoga membawa keberkahan untuk semua santri dan masyarakat. Dari musibah menjadi berkah,” ujar Menteri AHY yang didampingi oleh Bupati Subandi.
Pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny, lanjut Menteri AHY, meliputi tiga bangunan utama. Asrama santri, fasilitas pendidikan, serta masjid. Ketiganya saling terintegrasi. Pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny dibiayai pemerintah pusat dari APBN.
Bangunan asrama santri Ponpes Al Khoziny dirancang untuk mampu menampung sekitar 830 hingga 850 orang. Baik santri madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), madrasah aliyah (MA), dan sebagian ustadz pengajar di Ponpes Al Khoziny.
Baca Juga:
Dampingi Menteri AHY, Bupati Subandi Dukung Ponpes Al Khoziny Lahirkan Generasi BerkualitasSelain asrama, ada bangunan masjid empat lantai yang menampung 1.200-an jamaah. Bangunan ketiga berupa gedung fasilitas pendidikan untuk Ponpes Al Khoziny. Masing-masing sejumlah ruang kelas dengan kapasitas sekitar 30 santri.
Menteri AHY menegaskan, seluruh proses pembangunan diawasi ketat oleh Kementerian Pekerjaan Umum, kontraktor pelaksana Waskita Karya, serta tim konsultan agar sesuai dengan standar kelayakan.
”Saya pesan agar semua proses pembangunan selesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh ada yang sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan standar keselamatan,” tegas Menteri AHY setelah menyaksikan bagian-bagian gedung Ponpes Al Khoziny bersama Bupati Subandi.
Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29 September 2025). Dalam musibah tersebut, Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mencatat korban insiden mencapai 171 orang.
Baca Juga:
Bupati Subandi Prioritaskan Kontraktor Lokal Garap Proyek di SidoarjoJumlah tersebut terdiri atas 104 korban selamat. Sebagian menderita luka berat dan ringan. Korban tewas ditetapkan 67 santri. Delapan di antaranya merupakan bagian tubuh atau body part.
Bupati Subandi mengerahkan sumber daya yang dimiliki Pemkab Sidoarjo untuk membantu evakuasi hingga perawatan para santri. Setiap hari Bupati Subandi juga mendatangi lokasi dan mengikuti perkembangan penyelamatan santri-santri korban musibah tersebut. (*)