KETIK, BATU – Destinasi wisata edukasi Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai mengalami peningkatan kunjungan wisatawan memasuki periode libur akademik Provinsi Jawa Timur 2026.
Lonjakan terutama terlihat dari kunjungan rombongan sekolah yang memanfaatkan waktu liburan untuk mengikuti berbagai program edukasi dan aktivitas interaktif yang ditawarkan.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhan, mengatakan jumlah kunjungan pada awal masa libur sekolah menunjukkan tren positif dibandingkan hari biasa.
Peningkatan tersebut terlihat sejak Senin, 22 Juni 2026, yang menjadi awal periode libur akademik Jawa Timur yang berlangsung hingga 12 Juli 2026.
“Iya, ada peningkatan. Hari Senin kemarin tidak seperti hari Senin biasanya. Biasanya kunjungan pada hari Senin belum mencapai seribu orang, tetapi kemarin jumlahnya hampir menyentuh 3 ribu kunjungan,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Baca Juga:
Batu Greenation Fest 2026, Pemkot Batu Hadirkan Konsep Garis Hijau dan Edukasi LingkunganIa menjelaskan, peningkatan kunjungan tersebut masih didominasi wisatawan rombongan, khususnya dari kalangan sekolah. Sementara untuk rombongan bus, jumlahnya disebut relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Sejumlah rombongan wisatawan yang datang ke Mikutopia juga berasal dari luar Jawa Timur. Panji menyebut beberapa daerah seperti Kalimantan dan Bali turut mengirimkan rombongan wisatawan untuk menikmati konsep wisata edukasi yang ditawarkan.
“Untuk rombongan bus, sementara yang paling jauh ada dari Kalimantan dan Bali,” katanya.
Selain menghadirkan wahana wisata, Mikutopia juga menjadi pilihan bagi sekolah karena menawarkan berbagai program edukasi yang dikemas secara interaktif.
Baca Juga:
Tak Lagi Tanpa Aturan, Kota Batu Kini Miliki Perda Khusus Pengelolaan PemakamanSalah satunya melalui kolaborasi bersama Sahabat Mikutopia yang menghadirkan edukasi jamur dan kegiatan outbound bagi pengunjung.
Direktur Sahabat Mikutopia, Achmad Arthur Julio Tampi, menyampaikan program edukasi jamur juga mengalami peningkatan peminat selama periode liburan sekolah. Menurutnya, sebagian besar peserta masih berasal dari wilayah Jawa Timur.
“Alhamdulillah, edukasi jamur meningkat seiring musim liburan ini. Sementara ini masih didominasi wilayah Jawa Timur,” ujar Rambing, sapaan akrabnya.
Ia menyebut beberapa daerah yang menjadi asal wisatawan edukasi jamur antara lain Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, hingga Madura.
Program edukasi jamur yang ditawarkan Sahabat Mikutopia mengajak pengunjung mengenal proses budidaya jamur secara langsung, mulai dari pengenalan jenis jamur hingga tahapan pengelolaannya. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti aktivitas outbound sebagai bagian dari pengalaman wisata. (*)