KETIK, HALMAHERA SELATAN – Koperasi Serba Usaha Primer Perkebunan Sawit Gane Bersatu (KSU-PPS Gane Bersatu) menjadi pusat pengelolaan areal kelapa sawit milik masyarakat seluas 245,57 hektare di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Skema tersebut dijalankan melalui kemitraan dengan PT Gelora Mandiri Membangun (GMM).
Ketua KSU-PPS Gane Bersatu, Mahdi M. Nur, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti penyerahan realisasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin 10 Agustus 2026.
Mahdi menilai bahwa fase penataan kelembagaan kini telah memasuki tahap operasional setelah seluruh persyaratan administratif terpenuhi. Sinergi lintas pihak dinilai penting untuk memastikan kegiatan budidaya dapat berjalan dan terpantau secara optimal.
“Alhamdulillah, karena seluruh unsur telah terpenuhi, koperasi ditetapkan sebagai wadah masyarakat. Pengelolaan dilakukan secara bersama dengan melibatkan pemerintah daerah untuk mengawal produksi kebun sawit,” kata Mahdi kepada wartawan.
Skema pemanfaatan lahan tersebut, menurut Mahdi, difokuskan sepenuhnya pada komoditas kelapa sawit tanpa adanya diversifikasi tanaman.
Baca Juga:
Pemkab Halmahera Selatan Siaga Karhutla“Tidak ada tanaman lain. Tetap perkebunan sawit karena usaha kami adalah perkebunan sawit,” ujarnya.
Cakupan penerima manfaat dirancang mengikuti sebaran wilayah di sekitar konsesi, meskipun implementasi pada tahap awal belum menjangkau seluruh titik yang direncanakan.
“Kelompok ini sebenarnya ada delapan karena lingkarannya delapan desa. Namun, untuk sementara baru lima kelompok yang telah terakomodasi,” kata Mahdi.
Mahdi menjelaskan bahwa peserta dalam kegiatan penyerahan tersebut belum merepresentasikan seluruh penerima manfaat di kawasan itu.
Baca Juga:
Wakil Bupati Halmahera Selatan Pacu Penurunan Stunting“Yang hadir tadi hanya perwakilan masyarakat dari kelompok kebun sawit,” ujarnya.
Terkait durasi pengelolaan, Mahdi menyebut tidak terdapat batas waktu yang baku. Keberlanjutan skema sangat bergantung pada keberlangsungan kemitraan antarpihak.
“Sepanjang kerja sama kami dengan PT Gelora Mandiri Membangun berjalan baik, maka lahan tersebut akan terus diprioritaskan untuk penanaman sawit,” kata Mahdi.
Mahdi berharap skema ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di delapan desa yang berada di sekitar area perusahaan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan lintas unsur agar pelaksanaan FPKM tetap sesuai dengan kesepakatan para pihak.