KSAD Maruli Minta Media Tak Beritakan Kekurangan Pemerintah saat Tangani Bencana Sumatera

Editor: Muhammad Faizin

21 Des 2025 07:00

Thumbnail KSAD Maruli Minta Media Tak Beritakan Kekurangan Pemerintah saat Tangani Bencana Sumatera
KSAD Jenderal TNI Maruli Simandjuntak dalam konferensi pers bersama yang digelar di kantor BNPB Jakarta. (Youtube BNPB)

KETIK, JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta media massa tidak mengekspos kekurangan pemerintah dalam penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatera. Permintaan itu disampaikan langsung dalam jumpa pers bersama di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu, 21 Desember 2025.

Pernyataan Maruli itu disampaikan merespon derasnya sorotan publik yang mengkritik lambannya distribusi bantuan dan penanganan bencana oleh pemerintah. Sejumlah aktivis dan relawan yang terjun ke lapangan bahkan menyebut, banyak korban meninggal bukan karena banjir tapi karena kelaparan dan terlambat ditolong oleh pemerintah.

Jenderal Maruli mengakui bahwa proses pengiriman bantuan dari berbagai daerah memang membutuhkan waktu. Namun, ia menegaskan seluruh unsur pemerintah, termasuk TNI AD, telah bekerja maksimal di lapangan meski menghadapi keterbatasan akses dan kondisi cuaca ekstrem.

“Kita perlu pengiriman dari sini memang butuh waktu. Tapi mudah-mudahan bisa. Yang ingin saya sampaikan, tolong rekan-rekan media mengekspos bagaimana kami bekerja. Kalau ada kekurangan, informasikan kepada kami, jangan diekspos lewat media,” kata Maruli.

Baca Juga:
Permudah Konektivitas di Pedalaman, Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak luncurkan 200 Jembatan Garuda di Purworejo

Terkait kritik masyarakat terhadap respons pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani dampak bencana, Maruli justru mempersoalkan peran media. Ia bahkan balik mengkritik pemberitaan yang menyoroti kekurangan justru berpotensi menurunkan moral petugas di lapangan, khususnya prajurit TNI yang bertugas di wilayah terdampak.

Maruli menyebut TNI AD telah kehilangan tiga prajurit dalam operasi kemanusiaan tersebut. Bahkan, salah satu prajurit yang gugur meninggalkan keluarga setelah rumah dan seluruh anggota keluarganya terdampak bencana.

“Kasihan anggota kami. Tiga orang meninggal. Ada yang meninggalkan rumah, keluarganya habis, anak istrinya. Anggota kami butuh dukungan moral,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa personel TNI bekerja tanpa mengenal waktu, siang dan malam, di tengah hujan deras dan medan sulit. Menurutnya, kritik terbuka di media soal keterlambatan justru tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga:
Dulu Sejam, Kini 15 Menit: Jembatan Gantung Garuda yang Dibangun TNI Satukan Harapan Warga Dua Desa di Kabupaten Malang

“Mereka kehujanan tengah malam, akses tertutup, tidak ada air minum, tidak ada baju ganti, tempat istirahatnya bahkan bisa lebih buruk dari pengungsi. Tapi kemudian dibilang lambat. Coba rasakan kalau di posisi mereka,” tegas Maruli.

KSAD juga menilai penyelesaian persoalan bencana tidak akan tercapai jika semua pihak hanya saling menyalahkan. Ia mengajak media untuk berperan sebagai penguat solidaritas nasional, bukan sekadar penyampai kritik.

“Persoalan seperti ini tidak akan selesai dengan menangis atau saling menyalahkan. Kita harus bekerja sama, kita harus kompak sebagai bangsa,” katanya.

Maruli menegaskan bahwa kritik seharusnya disampaikan melalui jalur koordinasi langsung agar bisa segera diperbaiki, bukan dijadikan konsumsi publik yang berpotensi memperkeruh suasana di tengah situasi darurat.

Ia pun berharap media lebih banyak mengangkat harapan para korban bencana serta memberikan apresiasi kepada petugas kemanusiaan yang bekerja di garis depan.

“Peran media luar biasa. Bangkitkan moral masyarakat, bangkitkan semangat anggota kami yang bekerja. Beri kekuatan kepada korban bencana dan kepada mereka yang membantu,” pungkas menantu mantan Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan ini. (*)

Baca Sebelumnya

Sah! Saifudin Zuhri Nahkodai DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Gantikan Punjul Santoso

Baca Selanjutnya

PKB Trenggalek Hijaukan Kawasan Hutan Kota Melalui Aksi Gerakan Penghijauan

Tags:

Maruli Simanjuntak KSAD Kasad pemerintah lamban penanganan bencana Sumatera

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar