Kontroversi Guru Bully Siswa, PMII Pacitan Soroti Peran Orang Tua

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

29 Agt 2023 12:16

Thumbnail Kontroversi Guru Bully Siswa, PMII Pacitan Soroti Peran Orang Tua
Ketua KOPRI PMII Cabang Pacitan, Nadya Tri Yulistyowati minta beri tindakan tegas pada pelaku perundungan di lingkungan sekolah. (Foto: PMII Pacitan for Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Kasus dugaan bullying yang melibatkan seorang guru dan seorang siswa di Pacitan terus menjadi sorotan publik. Salah satunya dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan, Jawa Timur.

Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Cabang Pacitan, Nadya Tri Yulistyowati, justru menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Tapi, ia juga mengingatkan agar guru lebih berhati-hati.

"Kasus ini mengingatkan kami bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan guru, tetapi juga melibatkan orang tua," Selasa (29/8/2023).

"Dalam banyak kasus, kami melihat bahwa orang tua juga kadang berlebihan tak peduli perbuatan buruk si anak. Sebaliknya, guru pun kudu hati-hati dalam mendidik siswa-siswanya," sambungnya.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Nadya menyampaikan keprihatinan atas kasus tersebut dan menyerukan tindakan tegas terhadap guru yang bersangkutan. Namun, juga fokus pada peran orang tua siswa dalam mendukung anak-anak mereka ketika mengalami situasi sulit di lingkungan sekolah.

Dia menyoroti para orang tua yang sering kali kurang mendukung anak-anaknya ketika mengalami kasus bullying. Justru malah menganggap, itu merupakan hal sepele.

"Dulu, orang tua mungkin tidak begitu memahami dampak psikologis dari bullying atau bahkan berpikir bahwa itu adalah bagian dari proses pembentukan karakter. Namun, seiring berjalannya waktu dan memahami bahwa bullying memberikan dampak jangka panjang dan merugikan bagi korban," Imbuhnya.

Namun, sikap orang tua juga tidak boleh terlalu berlebihan dalam memberikan dukungan yang justru terkesan subjektif memandang suatu perkara. Sehingga menyebabkan terjadinya hal-hal yang di luar akal sehat.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Namun, orang tua siswa juga perlu memahami konteks masalah, karena ketika kondisi emosi itu kadang malah membuat suatu perkara jadi blunder," tegasnya.

Dengan maraknya kabar orang tua yang nekat main hakim sendiri hingga berbuntut hukum demi membenarkan kelakuan buah hati, patut dijadikan pelajaran dalam menelaah suatu permasalahan. Sehingga tidak menganggap kebenaran mutlak ada di salah satu pihak.

"Salah satu contoh kasus, orang tua murid yang ketapel guru gara-gara mengingatkan anaknya yang ketahuan merokok di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, di Pacitan jangan sampai begitu lah," ungkapnya.

Oleh sebab itu, keluarga dan lingkungan sangat berperan dalam upaya pendidikan, terutama untuk menyikapi perkembangan zaman dan karakteristik generasi saat ini.

Di samping itu, perilaku pendidik juga wajib mencerminkan seorang teladan bagi siswa. Meskipun dalam konteks mencerdaskan, tetapi tidak patut hal buruk diucapkan. Apalagi saat ini sangat dimungkinkan adanya konsekuensi hukum yang mengintai.

"Mungkin, dianggap paling receh soal perkara menjaga lisan, namun itu tidak patut apabila dilakukan oleh seorang guru," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa kasus ini menggambarkan pentingnya peran semua pihak, termasuk sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, dalam mencegah dan menangani bullying di lingkungan pendidikan.

Namun semakin banyaknya kasus bullying yang terungkap, penting bagi semua pihak untuk menakar permasalahan agar tidak sampai ke ranah hukum, asalkan bukan kategori pelanggaran berat.

"Tindakan tegas itu perlu, setidaknya tidak terjadi praktik perundungan seperti ini terulang kembali," ucapnya dengan tegas.

Peran orang tua dalam memberikan pendidikan adab dan moral sangat penting diajarkan, guna membentuk karakter anak dan membentengi diri dari krisis moral yang kian marak di negara ini.

"Setiap keluarga memiliki ritme yang berbeda, melindungi anak adalah kewajiban, terlebih memberikan dorongan positif dan tegas bahwa adab lebih tinggi ketimbang ilmu. Sebab generasi saat ini karakternya jauh berbeda dibanding masa sebelumnya," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pencarian Bakat Artis Dangdut 2023, Daftar dan Raih Kesempatan Bersinar!

Baca Selanjutnya

Terdesak Ekonomi, Ibu Rumah Tangga Nekat Edarkan Ribuan Pil Setan

Tags:

PMII Pacitan pacitan Bullying Pendidikan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H