KETIK, BANDA ACEH – Ketua Harian DPN HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo memimpin langsung panen raya bersama petani Serambi Mekkah di Desa Puuk, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Kamis, 30 April 2026. 

Kunjungan Bahtiar sekaligus berdialog bersama petani sekaligus mengecek langsung kondisi beras di ladang petani.

Bahtiar menegaskan HKTI terus konsisten mendampingi para petani terutama memastikan pasok dan distribusi berjalan dengan lancar. 

"Alhamdulillah kita sudah swasembada pangan dan kita bisa buktikan lahan kita melimpah ruah seperti di Aceh. Kita gak perlu khawatir," ujarnya. 

Bahtiar melaporkan bahwa di Provinsi Aceh, terdapat luas lahan provinsi 301.200 hektare. Misal rata-rata per hektare bisa menghasilkan 5 ton lebih, artinya bisa memproduksi gabah lebih dari 1,6 juta Gabah Kering Geling (GKG).

Baca Juga:
Sudaryono: Presiden Prabowo Konsisten Tolak Impor Beras Sejak Ketum HKTI, Terbukti Nyata Sekarang!

"Angka itu setara dengan beras 930 ribu ton. Sedangkan konsumsi masyarakat Aceh 677 ribu ton. Artinya kita ada surplus 253 ribu ton. Ini bukan angka yang kecil," tegasnya. 

Panen Raya bersama petani Serambi Mekkah di Aceh bersama Ketua Harian DPN HKTI Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo. (Foto: Dok. Ketik.com)

Pemerintah sudah memastikan, kata Bahtiar, dengan mengecek langsung stok di beras di Bulog yang angkanya mencapai 5 juta ton. Artinya secara keseluruhan Indonesia sudah mencapai swasembada pangan.

"Harapan kita semua HKTI yang ada di desa-desa, para Gapoktan bisa merawat dengan baik sehingga produktivitas yang maksimal. Mari kita tingkatkan," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Wamentan Sudaryono Cek Gudang Bulog di Palembang, Stok Beras Aman