KETIK, PROBOLINGGO – Aparat kepolisian terus memburu pelaku teror ledakan yang terjadi di rumah warga Desa Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Polisi kini mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku saat melempar benda diduga peledak ke rumah korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 11 Mei 2026 sekitar pukul 02.30 WIB di rumah milik Mujib.

Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria mengenakan jaket hoodie mengendarai sepeda motor trail berhenti di depan rumah korban.

Pelaku kemudian menyalakan benda diduga petasan atau peledak sebelum melemparkannya ke area rumah dan melarikan diri.

Baca Juga:
Musda MUI Bojonegoro Jadi Momen Perkuat Sinergi Ulama, Soroti Stunting hingga Radikalisme

Ledakan keras yang terjadi sesaat setelah pelemparan membuat warga sekitar panik dan keluar rumah.

Salah seorang warga, Sulasih, mengaku suara ledakan terdengar sangat keras hingga memecah suasana malam yang sepi.

“Ledakannya keras sekali, sampai membuat kaget dan warga semuanya keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Akibat ledakan tersebut, sejumlah bagian rumah korban mengalami kerusakan cukup parah.

Baca Juga:
GKJW Mojowarno Lestarikan Budaya Jawa Lewat Tradisi Riyaya Unduh-Undu

Kaca mobil yang berada di teras pecah, pagar besi rusak, plafon rumah bagian depan jebol, serta beberapa kaca jendela hancur.

Tim Inafis Satreskrim Kepolisian Resor Probolinggo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan serpihan material ledakan serta rekaman CCTV sebagai barang bukti utama.

Kapolsek Kraksaan, Masykur, mengatakan pihaknya masih mendalami motif aksi teror tersebut sekaligus memburu identitas pelaku.

“Dugaan sementara benda yang dilempar meledak adalah petasan, karena pelaku sempat menyalakan petasan itu lalu melemparkannya ke dalam rumah korban,” katanya.

Menurutnya, hasil rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

“Untuk barang bukti, kami sudah amankan beberapa serpihan ledakan termasuk mengamankan hasil rekaman CCTV yang ada di rumah korban,” pungkasnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif dan menangkap pelaku teror yang meresahkan warga tersebut.(*)