Kala Presiden Sukarno Memberi dan Menaikkan Pangkat Perwira dalam Satu Jam

Jurnalis: Muhammad Faizin
Editor: M. Rifat

25 Jul 2023 05:57

Thumbnail Kala Presiden Sukarno Memberi dan Menaikkan Pangkat Perwira dalam Satu Jam
Presiden Sukarno berpidato di hadapan rakyat setelah ibukota negara kembali dari Yogyakarta ke Jakarta. (Foto: Repro buku "Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" karya Cindy Adams)

KETIK, JAKARTA – Saat baru memproklamasikan kemerdekannya pada 17 Agustus 1945, kondisi Indonesia penuh dengan keprihatinan. Perang untuk mempertahankan kemerdekaan berlangsung di berbagai penjuru. Terlebih Belanda yang belum rela kehilangan tanah jajahannya, menggunakan berbagai macam cara untuk bisa kembali menguasai Indonesia.

Kondisi perang melawan Belanda itu berlangsung setidaknya hingga tercapainya Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949. Namun di sela-sela situasi yang penuh keprihatinan itu, terselip pula beragam cerita jenaka. Salah satunya ketika Indonesia harus menyambut kedatangan tamu-tamu negara.

Kala itu, ibukota negara sedang dipindahkan ke Yogyakarta untuk menghindari pendudukan Belanda. Sukarno yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Presiden, dihadapkan pada kondisi berbagai macam keterbatasan. Tidak hanya anggaran, tetapi juga pegawai Istana Kepresidenan. Hal itu diceritakan dalam salah satu biografi Bung Karno yang ditulis dengan gaya bertutur oleh Cindy Adams, “Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”.  

Suatu ketika, Indonesia sedang menggelar jamuan makan diplomatik besar untuk yang pertama kalinya sejak merdeka. Sejumlah diplomat dan kepala negara diundang ke Istana Yogyakarta, tempat Presiden Sukarno berkantor sementara.

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Sukarno saat itu bahkan belum memiliki ajudan atau pasukan pengawal kepresidenan. “Kami memiliki begitu banyak masalah protokol yang menggelikan. Seorang sipil lalu diangkat menjadi ajudanku,” kenang Sukarno.

Maka seorang rakyat biasa yang belum pernah mengikuti pendidikan militer sama sekali, dan bahkan tidak tahu etiket keprotokolan kepala negara, langsung diangkat menjadi perwira militer. Pengangkatan itu dilakukan secara lisan.

“Dengan ini aku mengangkatmu menjadi seorang letnan,” ujar Sukarno.

Sang rakyat biasa itu langsung gembira, diangkat menjadi ajudan presiden dengan pangkat letnan, pangkat dasar di golongan perwira. Terlebih, Sukarno saat itu merupakan sosok pemimpin yang kharismatik.

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

“Terima kasih banyak pak,” jawab sang ajudan baru presiden, dengan raut muka berseri-seri, seperti dikisahkan Bung Karno kepada Cindy Adams.

Selang satu jam kemudian, masalah kecil timbul. Seorang penasehat Sukarno membisiki sang presiden di sela-sela menyambut tamu negara. Sebab, salah satu tamu negara yang hadir adalah Ratu Juliana dari negeri Belanda.

“Ratu Juliana yang memerintah 10 juta orang, ajudannya berpangkat kolonel. Sedangkan Sukarno, Presiden Republik Indonesia yang memerintah 70 juta orang, masak ajudannya hanya berpangkat letnan. Bagaimana orang melihat itu,” ujar sang penasehat presiden.

“Betul juga kamu,” ujar Sukarno menyetujui saran sang penasehat.

Bung Karno tak mau kalah dengan tamu yang pernah menjajahnya itu. Lantas Bung Karno langsung memanggil ajudan yang baru ia angkat.

“Sudah berapa lama engkau menjadi letnan ?” tanya Sukarno.

“Satu jam yang lalu pak,” jawab sang ajudan yang tidak disebutkan namanya itu.

“Kita adalah negara baru yang sedang tumbuh dengan cepat. Maka mulai sore ini, kamu menjadi mayor,” ucap Sukarno yang menaikkan pangkat ajudannya secara lisan. Pada masa itu, mayor lebih tinggi dari kolonel dan letnan.

Begitulah kondisi Indonesia saat baru merdeka. Kondisi saat ini tentu jauh berbeda. Di mana untuk menjadi perwira seperti letnan satu misalnya, membutuhkan perjuangan yang berdarah-darah. Mulai dari seleksi masuk hingga untuk naik pangkat, harus melewati persaingan ketat. (*)

Baca Sebelumnya

Tana Toraja, Teladan Toleransi Beragama dari Tanah Sulawesi Selatan

Baca Selanjutnya

Jaga Daya Beli Masyarakat, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Sembako Terkendali

Tags:

Bung Karno SUKARNO Istana presiden Perwira Merdeka Gedung Agung ajudan Presiden Cindy Adams Indonesia Konferensi Meja Bundar

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H