Himpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) bekerja sama dengan Center of Excellence Smart Transportation and Robotics (CoE STAR) Telkom University sukses menggelar Seminar Nasional Intelektual Muslim (SNIM) 2026, Sabtu (15/8/2026). Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, forum ilmiah tahunan ini dihelat secara hibrida dari Gedung L Ruang Meeting Room Lantai 2 Telkom University, Bandung.

Mengusung tema "Intelektual Muslim di Era Transformasi Global: Membangun Peradaban Islam melalui Integrasi Keilmuan, Inovasi Teknologi, dan Nilai Keislaman", SNIM 2026 hadir sebagai ruang kritis merespons berbagai tantangan global yang dihadapi umat Islam saat ini.

Ketua CoE STAR Telkom University, Dr. Eng. Ahmad Sugiana, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang hadir dari berbagai kota, serta berharap luaran seminar ini memberikan kemanfaatan nyata. Apresiasi senada disampaikan Ketua HILMI Bandung, Dr. Ferli Septi Irwansyah, kepada jajaran keynote speaker dan invited speakers lintas disiplin ilmu yang membagikan perspektif strategis mereka.

Menghidupkan Kembali Warisan Dakwah Seni Wali Songo

Salah satu sorotan utama dalam SNIM 2026 adalah pemaparan materi dari Bambang Melga, Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar 2026, yang juga ketua LTN NU dan Dewan Pakar ICMI Kab. Bandung,  Dalam sesi seminar tersebut, Bambang mempresentasikan makalah ilmiahnya yang berjudul "Model Dakwah Seni-Budaya Wali Songo dalam Penguatan Karakter Islam Nusantara".

Baca Juga:
Baitul Mal dan Fungsi Ekonomi Masjid

Bambang menegaskan pentingnya seni sebagai media kepewarisan syiar Islam yang digagas para wali dan masih sangat relevan dilanjutkan oleh para alim ulama masa kini.

Strategi Adaptif dan Persuasif
Penyebaran Islam di Nusantara sukses besar karena menggunakan strategi komunikasi yang adaptif terhadap nilai sosial-budaya lokal. Wali Songo berhasil mengintegrasikan nilai tauhid dan akhlak melalui media seni pertunjukan (Wayang), sastra, kawih, musik (Gamelan) serta arsitektur secara damai dan humanis.

Solusi Tantangan Modern
Di tengah dinamika masyarakat modern yang makin kompleks, model dakwah inklusif dan santun ala Wali Songo perlu digali kembali sebagai acuan paradigma dakwah kontemporer.

Pendekatan Ilmiah
Menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-interpretatif, riset ini membedah bagaimana akulturasi budaya dan komunikasi persuasif mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islam ke dalam karakter masyarakat Nusantara yang moderat.

Baca Juga:
Telkom University Hilirkan Riset ke Pesantren, Puluhan Pengelola Ponpes Kabupaten Bandung Beri Masukan

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademis bagi khazanah sejarah dakwah, sekaligus menjadi panduan praktis bagi para dai modern dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, dan rahmatan lil 'alamin.

Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu

Selain kajian dakwah seni-budaya, SNIM 2026 menghadirkan jajaran pakar terkemuka dari berbagai bidang keilmuan, antara lain:

* *Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si.* (Pakar Teknik Informatika)
* *Hasbi Aswar, S.IP., M.A., Ph.D.* (Pakar Geopolitik dan Sosial-Politik Internasional)
* *Prof. Dr. Karman, S.Ag., M.Ag.* (Guru Besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Gunung Djati Bandung / Bidang Pendidikan)
* *Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D.* (Pakar Bioteknologi Universitas Yarsi / Bidang Sains)
* *Dr. Arim Nasim, SE., M.Si., Ak., CA* (Pakar Ekonomi Syariah UPI)

Sesi panelis dimoderatori oleh Dr. Andika Permadi Putra (UPI) dengan menghadirkan invited speakers seperti Dr. Yan (Bidang Sosial-Politik) dan Dr. Indra (UNISBA).

Melalui perhelatan SNIM 2026, HILMI berkomitmen melahirkan gagasan konkret untuk kebangkitan umat melalui Focus Group Discussion (FGD), riset terapan, publikasi ilmiah, hingga penguatan dakwah berbasis literasi secara berkelanjutan.(*)

*) Bambang Melga, adalah Dosen Desain Komunikasi Visual Telkom University Bandung
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi.(*)