HUT ke-112 Kota Malang: Menelusuri Asal-Usul Nama dari Malangkucecwara hingga Desa Kecil Tepi Hutan

Editor: Dendy Ganda Kusumah

1 Apr 2026 08:22

Thumbnail HUT ke-112 Kota Malang: Menelusuri Asal-Usul Nama dari Malangkucecwara hingga Desa Kecil Tepi Hutan
Arkeolog Dwi Cahyono menyebut nama Malang berasal dari nama sebuah desa kuno di tepi hutan. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Banyak versi beredar mengenai asal-usul nama Malang. Salah satu yang paling populer menyebut bahwa nama tersebut berasal dari istilah Malangkucecwara.

Istilah Malangkucecwara mulai digunakan sebagai semboyan resmi Kota Malang sejak 1 April 1964, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-50 kota tersebut.

Sebelumnya, lambang Kota Malang memuat semboyan “Malang namaku, maju tujuanku”, yang merupakan terjemahan dari bahasa Latin Malang nominor, sursum moveor. Perubahan semboyan menjadi “Malangkucecwara” diusulkan oleh ahli sastra dan filolog terkemuka Indonesia, Poerbatjaraka.

Menurut Poerbatjaraka, istilah Malangkucecwara memiliki keterkaitan erat dengan sejarah awal wilayah Malang. Nama tersebut diyakini merujuk pada sebuah bangunan suci yang pernah berdiri di kawasan ini.

Baca Juga:
Pecinta Sejarah Kota Malang Kritik Busana Khas Bernuansa Kolonial, Dinilai Tak Pas untuk Pribumi

Secara etimologis, Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni mala yang berarti keburukan atau kepalsuan, angkuca yang berarti menghancurkan, dan Içwara yang berarti Tuhan. Jika digabungkan, Malangkucecwara dimaknai sebagai “Tuhan menghancurkan yang batil”.

Di sisi lain, terdapat pula versi yang lebih bersifat folklor. Dalam versi ini, nama Malang disebut berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti “menghalangi” atau “membantah”. Cerita tersebut dikaitkan dengan upaya ekspansi kekuasaan Mataram ke wilayah Malang yang mendapat perlawanan sengit dari masyarakat setempat.

Akibat perlawanan itu, wilayah ini kemudian disebut sebagai daerah yang “malang”, karena dianggap menghalangi keinginan penguasa pada masa tersebut.

Petunjuk lain mengenai eksistensi nama Malang ditemukan dalam sebuah prasasti tembaga yang ditemukan pada 1974 di wilayah Wlingi, Kabupaten Blitar. Dalam prasasti tersebut tertulis kata “Malang” yang merujuk pada suatu lokasi geografis.

Baca Juga:
Grand Mercure Malang Mirama Turut Semarakkan HUT ke-112 Kota Malang, Dukung Peran Kota di Level Nasional dan Internasional

Berdasarkan isi prasasti itu, nama Malang diperkirakan telah digunakan setidaknya sejak abad ke-12 Masehi. Hal ini menunjukkan bahwa nama tersebut telah dikenal jauh sebelum berkembangnya kerajaan-kerajaan besar di wilayah Jawa Timur.

Arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, turut menguatkan pendapat ini. Ia menyebut bahwa nama Malang merupakan nama lama dari Gunung Buring, yang membentang di timur Kota Malang saat ini.

“Dalam peta yang diterbitkan tahun 1811, nama Gunung Buring masih tertulis sebagai Gunung Malang. Selain itu, nama Malang juga tercantum dalam Prasasti Ukir Negara sebagai sebuah desa di wilayah yang kini dikenal sebagai Kotalama,” ujar Dwi.

Dengan beragam versi yang ada, asal-usul nama Malang memang belum dapat dipastikan secara tunggal. Namun, jejak sejarah, bahasa, dan tradisi lisan yang menyertainya menunjukkan bahwa nama ini telah hidup dan berkembang sejak berabad-abad lalu.

Baca Sebelumnya

Pemkab Bojonegoro dan PLN Resmikan Charging Station, Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

Baca Selanjutnya

Prakiraan Cuaca Hari Ini 01 April 2026: Lampung Cerah, Jambi Cerah berawan

Tags:

HUT Ke-112 Kota Malang HUT Kota Malang Asal-usul Nama Malang Malangkucecwara Gunung Buring Dwi Cahyono

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

15 April 2026 18:56

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar