KETIK, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara resmi membuka ajang ISOPLUS Marathon 2026 di Lobby Lantai 2 Balai Kota Surabaya pada Kamis, 16 April 2026.
Event lari berskala nasional hingga internasional ini akan digelar pada 4 Oktober 2026 di Kota Surabaya, dengan menghadirkan berbagai kategori mulai dari 5 ribu, 10 ribu, half marathon 21 ribu, hingga full marathon 42 ribu, serta fun run untuk keluarga.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat posisi Surabaya sebagai kota ramah pelari sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism dan ekonomi lokal.
Mengusung semangat “lari sambil menikmati kota”, ISOPLUS Marathon 2026 tak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga pengalaman wisata yang menyuguhkan keindahan rute melintasi kawasan heritage dan destinasi unggulan Kota Pahlawan.
Baca Juga:
Menhaj Gus Irfan Lantik PPIH Secara Hybrid di Asrama Haji SurabayaWali Kota Eri Cahyadi menegaskan harapannya agar ISOPLUS Marathon terus digelar secara konsisten setiap tahun.
Menurutnya, event ini berpotensi besar memperkuat citra Surabaya di kancah nasional maupun internasional.
“Saya berharap ISOPLUS Marathon bisa terus digelar setiap tahun di Surabaya sehingga menjadi ikon kota. Ketika orang mendengar event ini, mereka langsung teringat Surabaya,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 9.000 pelari, dampaknya terasa signifikan terhadap tingkat hunian hotel dan sektor pariwisata.
Baca Juga:
Innalillahi! Eks Pj Wali Kota Surabaya Nurwiyatno BerpulangTahun ini, jumlah peserta ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 10.000 pelari, termasuk dari mancanegara.
Pemkot pun memastikan kesiapan maksimal, mulai dari kualitas rute, sistem pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas.
“Rute akan kami siapkan senyaman mungkin untuk pelari. Pengamanan juga kami perkuat, termasuk rekayasa lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan. Sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan secara masif,” jelasnya.
Di sisi lain, Eri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi penutupan sebagian ruas jalan saat pelaksanaan event.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat sementara dan demi kepentingan bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
Pemkot Surabaya akan mengintegrasikan event ini dengan paket wisata seperti susur Kalimas, serta membuka peluang bagi UMKM untuk berpartisipasi di area strategis, termasuk titik start dan finish.
“Kami ingin dampak ekonominya bisa dirasakan hingga ke kampung-kampung. Jadi bukan sekadar event, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, Eri menyebut bahwa penyelenggaraan event berskala besar seperti ini menjadi strategi konkret dalam menghadapi tantangan fiskal daerah, dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dari sektor perhotelan, pariwisata, hingga UMKM.
“Dari dikenalnya Surabaya lewat event ini, dampaknya harus terasa pada ekonomi. PAD bergerak, sehingga layanan publik seperti pendidikan gratis dan kesehatan tetap bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT Wings Surya, Rebecca Tanoyo, menilai Surabaya memiliki potensi besar sebagai tuan rumah event lari berskala besar.
“Surabaya dipilih karena komunitas pelarinya sangat hidup dan berkembang. Antusiasmenya besar, ditambah kota ini merupakan hub Indonesia Timur. Sangat tepat untuk event lari berskala besar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya yang dinilai sukses, mulai dari rute yang steril, lintasan yang nyaman, hingga dukungan masyarakat yang hangat.
“Para pelari merasa aman dan nyaman, bahkan yang datang dari luar kota pun merasakan atmosfer yang sangat positif. Ini menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki kota lain,” ungkapnya. (*)