KETIK, MALANG – SMK Negeri 4 Malang atau yang dikenal sebagai Grafika dulu kerap dicap memiliki siswa dengan hobi tawuran. Namun kini, sekolah tersebut berhasil mencetak rekor dengan 64 siswa lolos SNBP serta meraih juara LKS 2026.
Bagi warga Malang, SMK Negeri 4 Malang tentu sudah tidak asing, terutama dengan bidang perkomputeran yang telah dikenal luas. Kini, sekolah tersebut juga merambah ke bidang pariwisata melalui jurusan perhotelan. Sekolah ini pun akrab disebut sebagai Grafika oleh masyarakat.
Dulunya, sekolah kejuruan ini terkenal dengan stigma masyarakat "muridnya suka tawuran". Namun, seiring berjalannya waktu, SMK Negeri 4 Malang memiliki strategi mendorong siswanya untuk terus berprestasi agar tidak ada keinginan untuk tawuran.
Kepala SMK Negeri 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST, M.Pd, mengungkapkan bahwa siswa selalu diberikan tugas agar tidak ada rasa ingin menunjukkan jati diri dengan kemampuan fisik.
Baca Juga:
Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS JatimIa mengatakan bahwa usia anak-anak di sekolah menengah atas atau kejuruan ini adalah fase di mana mereka sedang mencari jati diri dan butuh diakui kehebatannya.
"Sebenarnya kalau anak-anak itu diberi beban tugas untuk jelas mendukung masa depannya, dia tidak sempat mikir menjadi anak hebat itu ya harus hebat menang tawuran," ucap Kepada SMK Negeri 4 Malang tersebut.
"Remaja yang ingin menunjukkan jati diri tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sekolah berkewajiban membekali praktik kejuruan berupa ukupasi tertentu yg harus dikuasi sesuai minat, yang nantinya sebagai bekal pengalaman keterampilan untuk mengarungi masa depan. Maka yg pernah dilakukan (learning by doing) itu proses tahapan-tahapan belajar yang harus berdampak pada nilai kemampuan kompetitifness atau daya saing kepribadian yg kuat," imbuhnya.
Dengan peran guru-guru di SMK Negeri 4 Malang, para siswa akhirnya lebih menfokuskan pada upgrade skill keahlian. Sehingga, mereka tidak memiliki pemikiran sok jago untuk bertengkar ataupun tawuran.
Baca Juga:
SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin UnggulGunawan Dwiyono juga mengatakan bahwa saat ini bentuk eksistensi dirinya bukan dari kemampuan fisik atau jago bertarung. Namun, para siswa arahkan untuk bisa merasa jago pada unjuk skill keahliannya. Selanjutnya bisa terus mengembangkan diri.
"Kami fokus mengembangkan diri, bahkan sebenarnya semua orang itu di tempat manapun ada pertarungan kompetisi dalam kehidupan. Nah kompetensi-kompetensi dalam kehidupan itu apa? Dibangun lewat berbagai macam cara untuk belajat menyelesaikan madalah. Cara menyelesaikan masalah itu berdasar ilmu saat proses belajar," ucapnya.
Dalam hal ini, Kepala SMK Negeri 4 Malang berharap agar lulusan sekolah kejuruan ini tak hanya bisa menjadi operator, tapi juga mampu menjadi inovator yang kreatif, syukur bisa menjadi pengusaha melalui belajar jadi karyawan.
"Harapannya lulusan SMK Negeri 4 akan menjadi kreator, inovator, bukan hanya operator. Operator itu contohnya menjalankan mesin berhari2 dan terus-menerus. Tanpa ada sesuatu perubahan. Ketika siswa diajarkan membuat, menghasilkan produk dengan talent/ cara masing masing. Maka sebenarnya yg diajarkan pada siswa ini adalah mencipta atau menghasilkan sesuatu dengan cara cara terbaru," tutur Gunawan Dwiyono penuh harapan.(*)