KETIK, TRENGGALEK – Kemenangan Persiga Trenggalek atas Perspa Pacitan yang sudah didepan mata buyar.
Anak asuh Bimo Romadhani harus puas bermain imbang 1-1 pada babak penyisian Piala Soeratin U-17, grup N di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Jumat 21 Agustus 2026.
Gol Persiga dicetak oleh Restu Angga Fauzan pada menit ke-30, sedangkan gol Perspa Pacitan dicetak oleh Alfa Andhar Faezi pada menit ke-90.
Dengan hasil ini, Restu Angga dan koleganya gagal menyegel tiket 32 lebih awal dan harus menunggu hasil pertandingan terakhir melawan PSBR Kota Blitar, pada 23 Agustus lusa.
Pada 15 menit awal pertandingan, Perspa sedikit lebih mendominasi pertandingan, sementara Persiga justru sering melakukan kesalahan passing dan koordinasi antar pemain tidak berjalan sempurna.
Baca Juga:
Bermain 10 Orang, Persiga Trenggalek Berhasil Kalahkan Blitar PoetraMemasuki menit ke-20 Persiga mulai menemukan ritme permainan dan mendominasi jalannya pertandingan.
Kecepatan kedua sayapnya berkali-kali merepotkan pertahanan lawan.
Berawal dari kemelut didepan Perspa, bola muntah mampu dimanfaatkan oleh Restu Agung Angga Fauzan melalui tendangan keras terukur dan gol.
Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Baca Juga:
Pengkab Pelti Trenggalek Gelar Turnamen Dispendik Cup 2026, Bidik Atlet PotensialPada babak kedua, Persiga semakin mendominasi pertandingan.
Banyak peluang tercipta, salah satu adalah tendangan keras yang digagalkan penjaga gawang Perspa.
Kemudian heading Restu Angga yang masih membentur mistar gawang.
Pada menit ke-65 sejatinya Persiga bisa menggandakan kemenangan, namun hadiah tendangan penalti gagal dikonversi menjadi gol.
Pada 15 menit terakhir, Perspa mulai keluar menyerang dan memaksa Persiga sedikit bertahan dan menjaga kedalaman.
Tiga menit menjelang bubaran, petaka terjadi.
Perspa melakukan serangan cepat, pemain belakang Persiga gagal menghalau bola secara sempurna dan mampu dimanfaatkan oleh lawan dan terjadi gol.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan skor tidak berubah 1-1.
Usai pertandingan, pelatih kepala Bimo Romadhani tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya atas gol balasan lawan.
"Konsentrasi anak menurun saat memasuki babak injury time," katanya kepada Ketik.com.
Bimo menuturkan, pada prinsipnya anak asuhnya sudah tampil bagus dan menjalankan intruksi pelatih dengan baik, terbukti mampu mendominasi permainan sejak menit ke-20, tapi dewi fortuna belum berpihak.
"Kecewa iya, tapi inilah sepak bola apapun bisa terjadi di lapangan," ujarnya.
Ia berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh menjelang laga big match melawan PSBR Kota Blitar, sekaligus laga penentu lolos 32 besar.
"Sebenarnya seri saja sudah cukup, tapi kita ingin menang didepan pendukung," ungkapnya.
Menurutnya, PSBR merupakan tim kuat di grup N. Selain unggul secara teknik, permainannya juga cukup rapi, tapi masih ada celah saat melakukan transisi bertahan.
"Jajaran manajemen dan pelatih mohon doa restu kepada masyarakat Trenggalek, agar pada pertandingan terakhir bisa meraih hasil maksimal dan lolos 32 besar," tutupnya (*)