KETIK, TRENGGALEK – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Trenggalek menargetkan medali perunggu untuk tim putra dan putri pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV 2026 di Ngawi, 6-11November.
Target itu sebagai bentuk evaluasi dari capaian sebelumnya yang hanya finis dibabak 8 besar. Tak terkecuali sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Hal ini disampaikan Ketua Umum PSTI Trenggalek, Sigit Aryono, usai melihat latihan yang dipimpin langsung oleh trio pelatih, yakni Angga Wibawa Maret Senja, Nurul Chotimah, dan Bagas.
"Secara umum anak-anak sedang dalam tahap seleksi sebagai bentuk persiapan menyiapkan kerangka tim," katanya, Senin 5 Oktober 2026.
Sigit sapaan dia, menjelaskan, sepak takraw Trenggalek pernah menorehkan prestasi gemilang meriah medali emas pada Porprov 2017 dan 2019. Pada Porprov 2019, anak asuhnya meraih medali emas inter regu putra, medali perunggu nomor kuadran, dan medali perunggu inter regu putri.
"Kita sebenarnya punya talenta-talenta berbakat untuk menyumbang pundi-pundi medali," tegasnya.
Oleh karena itu, dengan formasi pemain baru di POPDA dirinya yakin atletnya bisa meraih medali. "Syukur-syukur kalau perolehannya melebihi target," ujarnya.
Kemudian, dari hasil seleksi yang dimulai hari ini, nantinya akan langsung dimasukkan dalam training center (TC) agar para atlet benar-benar siap saat tampil di pertandingan sebenarnya.
"Rencananya kami akan meminta Gedung Jwalita sebagai tempat TC tersebut. Ya kami akan bersurat kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek," tandasnya.
Ia mengatakan, jumlah atlet sepak takraw yang akan dikirim ke POPDA berjumlah 14 orang. Terdiri dari 5 atlet putra dan 2 official, 5 atlet putri 2 official.
"Para atlet akan turun di nomor inter beregu putra dan putri, serta double event putra dan putri," pungkasnya. (*)
