KETIK, BONDOWOSO – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali memberikan mandat kepada H. Ahmad Dhafir untuk memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Bondowoso. Penetapan tersebut diumumkan bersamaan dengan penetapan ketua DPC PKB se-Jawa Timur dalam agenda virtual yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026.
Keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa DPP PKB masih menaruh kepercayaan besar kepada Ahmad Dhafir untuk menjaga soliditas partai sekaligus mengonsolidasikan kekuatan politik PKB di Kabupaten Bondowoso menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.
Menanggapi amanah yang kembali diberikan kepadanya, Ahmad Dhafir mengaku bersyukur sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang harus dipikul. Menurutnya, keputusan partai merupakan amanah yang wajib dijalankan dengan penuh komitmen dan dedikasi.
“Kepercayaan ini adalah tanggung jawab besar. Apa yang menjadi keputusan partai harus kami laksanakan dengan sungguh-sungguh. Kami akan terus menjaga semangat perjuangan PKB, maju tanpa gentar dan selalu membela kebenaran,” ujarnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua DPC untuk periode berikutnya, Ahmad Dhafir menegaskan fokus awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan baru. Pembentukan kepengurusan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme formatur dengan pendampingan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur serta supervisi langsung dari DPP PKB.
Baca Juga:
DPW PKB Jatim Kumpulkan Kader di Kabupaten Malang, Bahas Muscab hingga Target Kuasai 2029Menurutnya, keterlibatan struktur partai di tingkat provinsi dan pusat menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi agar kepengurusan yang terbentuk memiliki kapasitas, representasi yang kuat, serta mampu menjalankan roda organisasi secara efektif hingga ke tingkat akar rumput.
Tak hanya fokus pada penguatan internal, Ahmad Dhafir menegaskan bahwa arah perjuangan PKB ke depan harus lebih dekat dengan masyarakat. Ia menilai partai politik tidak cukup hanya mengejar kemenangan elektoral, tetapi harus hadir sebagai wadah yang mampu menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
“PKB harus tetap menjadi rumah bagi masyarakat. Kita ingin hadir di tengah-tengah mereka, mendengar persoalan yang dihadapi, sekaligus menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Ahmad Dhafir juga berkomitmen menerapkan pola organisasi yang lebih kolektif dan partisipatif. Seluruh keputusan strategis, kata dia, akan dibahas bersama agar seluruh pengurus memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang sama terhadap kemajuan partai.
Baca Juga:
Rawat Warisan Gus Dur, PKB Bondowoso Pertegas Arah Politik NU dan NasionalismeSalah satu agenda yang menjadi perhatian serius adalah regenerasi kader. Ahmad Dhafir mengungkapkan bahwa DPP PKB memberikan penekanan khusus terhadap penguatan peran generasi muda dalam struktur dan aktivitas partai. Karena itu, kepengurusan mendatang akan membuka ruang yang lebih luas bagi kader muda untuk tampil dan berkontribusi.
“Anak-anak muda harus diberi kesempatan untuk belajar dan berproses. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan melanjutkan perjuangan partai,” tegasnya.
Selain kader muda, keterlibatan perempuan juga menjadi prioritas dalam penyusunan kepengurusan baru. Ahmad Dhafir memastikan komposisi kepengurusan akan memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen. Namun, menurutnya, peran perempuan tidak boleh sekadar memenuhi persyaratan organisasi, melainkan harus diberikan ruang strategis dalam pengambilan keputusan dan pengembangan partai.
Ia optimistis perpaduan antara kader senior, generasi muda, dan kader perempuan akan menjadi kekuatan baru bagi PKB Bondowoso dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
Dengan mandat yang kembali dipercayakan kepadanya, Ahmad Dhafir berharap seluruh kader tetap menjaga kekompakan dan semangat gotong royong. Baginya, kekuatan utama PKB tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada kedekatan kader dengan masyarakat serta konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Amanah ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga marwah partai dan memperkuat perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (*)