KETIK, SIDOARJO – Tim dosen Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pemilihan dan pemeriksaan hewan kurban yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi takmir masjid dan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. 

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada Jumat, 6 Juni 2025 dan Selasa, 17 Juni 2025 di pelataran Masjid Al Ihsan, Perumahan Pesona Sekar Gading, Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Agus Widodo, dosen Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, bersama tim yang terdiri dari Siti Eliana Rochmi, M. Gandul Atik Yuliani, dan beberapa pakar dari Fakultas Vokasi dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. 

Program ini melibatkan 25 peserta yang terdiri atas perwakilan takmir masjid dan ibu rumah tangga, serta didukung oleh dosen, tenaga laboran, dan mahasiswa.

Baca Juga:
Lawan Bullying di Sekolah, Universitas Terbuka dan Universitas Negeri Malang Ciptakan Buku Cerita untuk Siswa SDN Sukoharjo 1 Malang

Ketua tim pengabdian, Agus Widodo, menjelaskan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masyarakat sering kali dilakukan di luar Rumah Potong Hewan (RPH), sehingga penerapan standar kesehatan dan kebersihan sangat bergantung pada pemahaman panitia kurban. 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami cara memilih hewan kurban yang sehat, melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan, serta menangani daging kurban secara higienis agar aman dikonsumsi,” ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan aplikatif yang terdiri dari tiga tahap, yaitu pembinaan, pemeriksaan, dan evaluasi. 

Pada tahap pembinaan, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai makna ibadah kurban, pengenalan penyakit zoonosis, ciri-ciri hewan kurban yang sehat, serta prinsip pemeriksaan antemortem dan postmortem. 

Baca Juga:
Warisan Terbesar Bukanlah Nasab

Materi juga mencakup teknik penyembelihan sesuai syariat Islam dan penanganan daging kurban yang higienis.

Selain penyampaian materi, tim pengabdian juga menyerahkan sarana pendukung pemotongan hewan kurban kepada takmir masjid, seperti alat penggantung hewan berbahan besi yang mudah dibersihkan, terpal, serta peralatan penyembelihan. 

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemeriksaan kesehatan hewan kurban, mulai dari pengamatan kondisi fisik sebelum penyembelihan hingga pemeriksaan daging dan organ dalam setelah penyembelihan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta. Pemahaman tentang penyakit zoonosis meningkat sekitar 40 persen, kemampuan pemeriksaan antemortem meningkat 50 persen, pemeriksaan postmortem meningkat 35 persen, dan keterampilan pengemasan daging secara higienis meningkat hingga 40 persen. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik lapangan.

Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan. “Selama ini kami hanya memeriksa hewan kurban secara sederhana. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih paham tanda-tanda hewan sehat dan cara penanganan daging yang benar,” ujarnya.

Menurut tim pengabdian, peningkatan pemahaman masyarakat tentang pemeriksaan hewan kurban sangat penting untuk mencegah risiko penularan penyakit zoonosis serta menjaga kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat veteriner dan penerapan prinsip kesejahteraan hewan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Airlangga berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban yang aman dan berkualitas. 

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan ketahanan pangan, serta menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa di luar kampus. (*)