KETIK, MALANG – Komitmen nyata dalam mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pemenuhan gizi terus digalakkan oleh akademisi.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) hadir membawa program segar bertajuk "FKH Masuk Sekolah" di SDN 1 Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Tim ini diketuai oleh drh. Dini A. Paramanandi M.Sc., dengan anggota 5 mahasiswa. Rangkaian kegiatan edukasi intensif ini berlangsung mulai dari tanggal 4 Juli hingga 20 Juli 2026.
Berbeda dengan penyuluhan biasa, program ini dikemas secara inklusif dan interaktif untuk merangkul seluruh jenjang siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD.
Ajak Siswa Kenali Sumber Protein Lewat Pembelajaran Interaktif
Selama pelaksanaan program, para siswa diajak untuk menyelami dunia peternakan dan perikanan secara menyenangkan melalui metode pembelajaran yang interaktif.
Tim Pengmas FKH UB membagi fokus materi ke dalam beberapa pembahasan utama yang disampaikan secara runut.
Edukasi dimulai dengan pengenalan sapi dan kambing beserta berbagai produk hasil dan olahannya, lalu berlanjut pada pengenalan dunia unggas lewat ayam dan bebek beserta produk turunannya yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.
Edukasi protein hewani dari FKH UB kepada siswa SDN 1 Kalisongo Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)
Tak hanya hewan darat, para siswa juga diajak mengeksplorasi kekayaan air melalui pengenalan ikan beserta variasi produk hasil olahannya.
Seluruh rangkaian pembahasan tersebut kemudian bermuara pada pengenalan protein hewani secara umum, yang ditekankan secara mendalam sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak secara optimal.
Eksplorasi Kreativitas Lewat Enam Edu Games Aplikatif
Agar materi sains dan peternakan terasa ringan, tim mahasiswa merancang enam jenis permainan edukatif (edu games) aplikatif yang berhasil melatih kreativitas, motorik, sekaligus kemampuan kognitif siswa.
Aktivitas dimulai dengan permainan "Isi Piring Gizi Seimbang" untuk memvisualisasikan porsi makan ideal anak, disusul dengan role play belanja di pasar guna mengenalkan ragam bahan pangan sehat sejak dini.
Para siswa juga diajak merasakan pengalaman langsung (hands-on experience) dalam pengolahan hasil ternak melalui praktik membuat susu kambing sendiri.
Foto bersama tim FKH UB bersama pimpinan SDN 1 Kalisongo Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)
Selain itu, aspek kognitif seputar dunia perikanan diasah lewat pembuatan mading protein ikan yang dipadukan dengan keseruan bermain Teka-Teki Silang (TTS).
Rangkaian permainan edukatif ini ditutup dengan asyiknya membuat kerajinan clay, di mana anak-anak dibebaskan mengeksplorasi motorik halus mereka dengan membentuk berbagai miniatur ayam dan telur dari tanah liat warna-warni.
Momentum Bulan Susu Nasional dan Kampanye drh. Dini A. Paramanandi, M.Sc
Di sela-sela keseruan edu games, drh. Dini A. Paramanandi, M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan memberikan edukasi khusus sekaligus kampanye minum susu.
Aksi ini digelar bertepatan untuk memperingati Bulan Susu Nasional. Sebagai bentuk aksi nyata, drh. Dini membagikan susu gratis kepada seluruh siswa SDN 1 Kalisongo.
Tidak hanya itu, beliau juga mengajak siswa berinteraksi langsung menggunakan media belajar aplikatif berupa papan peraga mengenai bagaimana proses susu dan telur diproduksi di dalam tubuh hewan, serta mengenalkan ragam makanan sehari-hari yang ternyata mengandung turunan susu dan telur.
Apresiasi Besar dari Pihak Sekolah
Kehadiran program "FKH Masuk Sekolah" ini menorehkan kesan yang sangat mendalam dan disambut penuh sukacita oleh warga sekolah. Kegiatan dinilai berjalan dengan sangat sukses dan tertib.
Kepala Sekolah SDN 1 Kalisongo, Toha, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim FKH UB. "Manfaat baik dari program ini dapat dirasakan secara nyata oleh anak-anak kami.
"Mereka jadi lebih tahu apa yang mereka makan dan mengapa itu sehat. Kami berharap besar program hebat seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut di masa-masa yang akan datang," ungkap Toha.
Melalui rangkaian pengabdian yang terstruktur dan menyenangkan ini, FKH UB berharap dapat terus berkontribusi dalam menekan angka stunting di Kabupaten Malang serta melahirkan generasi cerdas yang gemar mengonsumsi protein hewani sejak dini. (*)
.png)