Dosen FK UMM Sebut Vape juga Merusak Paru-Paru

Jurnalis: Nata Yulian
Editor: Naufal Ardiansyah

17 Jun 2023 08:03

Thumbnail Dosen FK UMM Sebut Vape juga Merusak Paru-Paru
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang dr. Probo Yudha Pratama Putra. (Foto: Humas UMM)

KETIK, MALANG – Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dr. Probo Yudha Pratama Putra menjelaskan bahaya rokok elektrik atau vape terhadap kesehatan.

Menurutnya, penggunaan vape juga memiliki risiko bahaya bagi penggunanya, seperti halnya rokok tradisional atau tembakau. Banyak orang beranggapan bahwa mengonsumsi vape lebih aman ketimbang mengonsumsi rokok tradisional.

Hal itu berdasar pada pemikiran bahwa tidak adanya kandungan tembakau dalam rokok elektrik. Sehingga vape mnejadi aman dan tidak merusak kesehatan.

“Electronic nicotine dispensing systems (ENDS) yang sering kita kenal sebagai e-cigarattes atau vape, memiliki sederet kandungan dan komposisi yang merusak tubuh kita,” tegasnya.

Baca Juga:
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis, Dinilai Sebagai Jalur Prestasi

Lebih lanjut, di dalam vape terdiri dari baterai kawat nikel, copper, hingga silver. Sementara dalma cairan atau liquidnya berisikan kandungan propylene glycole, nicotine, glycerol, tetrahydrocannabinol, acetaldehyde, formaldehyde, dan acetamide.

Berbagai komposisi tersebut akna bercampur menjadi satu dan membentuk asap yang dihirup tubuh. Menurut Yudha, efek dari asap tersebut berbahaya.

dr Probo mengatakan, pada tahun 2019, terjadi sebuah outbreak atau wabah penyakit yang disebabkan oleh vape yakni yakni wabah e-cigarette or vaping product use-associated lung injury yang sering disebut dengan wabah EVALI. Hal ini disebabkan karena terjadinya peradangan kronis yang disebabkan kandungan dari vapor.

"Penggunaannya dapat meningkatkan mediator inflamasi pada tubuh, dan juga oxidative stress pada tubuh kita,” jelas dokter lulusan FK UMM itu.

Baca Juga:
Jangan Salah Beli! Ini Ciri Daging Sapi dan Kambing Segar Menurut Dosen UMM

Tak sekedar menyakitkan, Yudha menyampaikan bahwasanya EVALI juga berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Menurut salah satu penelitian, ada 68 kematian dalam sebuah wilayah dilaporkan terjadi berkat penggunaan vape. Sejumlah ebsar pasien bahkan memerlukan ventilasi mekanis untuk membantu mereka bernafas. Bagi mereka yang sudah parah, berujung pada kematian.

Terkait perbandingan rokok eletkrik dan rokok tradisional, Yudha menjelaskan bahwa vape memang memiliki tingkat kerusakan yang lebih rendah.

Hal ini sudah terbukti secara ilmiah melalui penelitian ahli yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun tetap saja, jika vape digunakan secara berlebihan akan menjadi bom waktu yang dapat membahayakan tubuh kita.

“Menurut saya anggapan bahwa vape lebih baik daripada rokok itu tidak tepat. Sebisa mungkin hindari vape dan rokok konvensional. Vape mungkin lebih rendah tingkat kerusakannya, namun tetap saja memberikan efek buruk pada paru-paru dan kelangsungan hidup masyarakat,” pungkas Yudha. (*)

Baca Sebelumnya

Universitas Widyagama Canangkan Pengawasan Aduan Layanan Publik Bersama Ombudsman RI

Baca Selanjutnya

Ikuti Kenaikan Harga Konstruksi, Pemerintah Naikkan Harga Rumah Subsidi

Tags:

UMM Universitas Muhammadiyah Malang Dr Probo Yudha Pratama Putra Vape rokok

Berita lainnya oleh Nata Yulian

Arbi Melempem di Moto3 GP Catalunya, Konsisten di Posisi Buncit

26 Mei 2024 06:06

Arbi Melempem di Moto3 GP Catalunya, Konsisten di Posisi Buncit

26 Tahun Reformasi, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Momentum Menguatkan Kepercayaan Rakyat

22 Mei 2024 03:08

26 Tahun Reformasi, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Momentum Menguatkan Kepercayaan Rakyat

9 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Gabung Kemenkes dan Kominfo

20 Mei 2024 04:52

9 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Gabung Kemenkes dan Kominfo

Trending Sepekan: Deklarasi Antikorupsi Pemkab Sidoarjo Disorot Kejaksaan hingga Skenario Terburuk Gempa Megatrust Pacitan

19 Mei 2024 12:09

Trending Sepekan: Deklarasi Antikorupsi Pemkab Sidoarjo Disorot Kejaksaan hingga Skenario Terburuk Gempa Megatrust Pacitan

9 Lowongan Kerja Sepekan: UMS Cari Dosen Tetap, PT Pelni Buka 3 Posisi

12 Mei 2024 11:28

9 Lowongan Kerja Sepekan: UMS Cari Dosen Tetap, PT Pelni Buka 3 Posisi

Mimpi Timnas Sepak Bola Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024 Pupus

9 Mei 2024 15:36

Mimpi Timnas Sepak Bola Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024 Pupus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H