KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendorong agar bank sampah yang ada di lingkungan masyarakat dapat semakin aktif. Hal tersebut sebagai jalan keluar dari permasalahan minimnya armada pengangkut sampah yang saat ini dimiliki.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran. Raymond menjelaskan secara keseluruhan terdapat sekitar 520 bank sampah yang ada di Kota Malang.
Namun dari total bank sampah yang ada, hanya 320 yang aktif, sedangkan sekitar 200 di antaranya sudah tidak lagi aktif. Untuk itu Raymond mendorong agar masyarakat dapat mengaktifkan kembali bank sampah yang ada di lingkungan masing-masing.
"Ke depan untuk mengurangi volume sampah yang ada di Tempat Penampungan Sementara (TPS), kami akan meningkatkan keaktifan kembali bank sampah. Kami berharap ke depan bank sampah yang ada di RT atau RW bisa aktif kembali sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang," ujarnya, Sabtu, 17 April 2026.
Baca Juga:
Susun Skripsi Sambil Goreng Cireng, Marita Jadi Lulusan Terbaik Informatika ITN MalangRaymond menyebutkan bahwa jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki oleh Kota Malang belum termasuk ideal. Terlebih terdapat 4 armada pengangkut sampah yang sedang dalam kondisi rusak dan tidak layak.
"Kondisi mobilnya memang sudah tua. Karena memang beberapa armada kami sudah waktunya pergantian," jelasnya.
Jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki oleh DLH Kota Malang masih belum optimal, didorong pengaktifan bank sampah. (Foto: Lutfia/Ketik.com)
Kendati demikian pada tahun 2026 ini DLH Kota Malang telah menganggarkan penambahan 1 armada pengangkut sampah berjenis arm roll. Penambahan armada tersebut diharapkan mampu menutupi kekurangan pelaksanaan pengangkutan sampah yang ada di Kota Malang.
Baca Juga:
Audiensi di Polresta Malang Kota, YKTK dan KKJ Tolak Laga Arema VS Persebaya di Kanjuruhan"Tetapi tahun ini kami ada tambahan 1 armada jenis kendaraan arm roll, dari APBD," lanjut Raymond.
Menurut Raymond, idealnya untuk 1 TPS harus dilengkapi dengan 1 armada pengangkut sampah. Saat ini DLH Kota Malang hanya memiliki 49 armada pengangkut sampah, dengan jumlah sekitar 78 TPS.
Normalnya, 1 TPS dilayani maksimal 2 kali pengangkutan sampah setiap hari. Namun, akibat keterbatasan armada, frekuensi pengambilan terpaksa ditingkatkan menjadi 3 hingga 4 kali dalam sehari.
"Normalnya kendaraan maksimal 1 TPS itu 2 kali pengambilan. Tetapi karena memang keterbatasan kendaraan, dilakukan 3-4 kali pengambilan. Dari 78 TPS, idealnya 1 TPS 1 kendaraan. Sekarang ini kami ada 49 total armada," tutup Raymond. (*)