KETIK, PACITAN – Kondisi memprihatinkan Jalan Prof. Dr. Moestopo, Mentoro-Pagutan yang menghubungkan Kecamatan Pacitan dan Arjosari mendapat perhatian dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat.
Ketua PMII Pacitan, Sunardi, menyatakan keprihatinan sekaligus empati terhadap warga yang selama bertahun-tahun harus hidup berdampingan dengan debu, risiko kesehatan, kecelakaan, hingga kerugian ekonomi.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, melainkan telah menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat prihatin melihat kondisi yang dialami warga. Jalan ini merupakan akses vital masyarakat, tetapi yang terjadi justru warga yang dilintasi harus menanggung dampak debu setiap hari, risiko kecelakaan, bahkan kehilangan sumber penghasilan," ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, warga yang terpaksa menyiram jalan setiap hari demi mengurangi debu hingga menutup usaha karena kondisi lingkungan yang tidak layak merupakan potret nyata dampak kerusakan infrastruktur yang tidak kunjung tertangani.
Baca Juga:
Viral Gerai KDMP di Pacitan Membelakangi Jalan, Dikuperin Sebut Hasil Keputusan Banyak Pihak"Ketika ada warga yang harus menutup usahanya karena makanan dan dagangannya terpapar debu, itu bukan lagi persoalan kenyamanan. Ini sudah menyangkut ekonomi keluarga," ungkapnya.
Apalagi, imbuhnya, ketika ada anak-anak dan lansia yang terganggu kesehatannya karena debu, maka persoalan ini harus ada tanggung jawab jauh-jauh hari dari pihak pemerintah.
PMII juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Menurut mereka, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam menentukan program pembangunan.
Baca Juga:
Sebelumnya Sepi Peminat, Mini Job Fair Vol 2 Pacitan Kembali Dijadwalkan Digelar"Jangan sampai ada korban berikutnya baru kemudian dilakukan penanganan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," tegasnya.
PMII menilai warga selama ini telah menunjukkan rasa sabar yang luar biasa dengan kondisi tersebut.
"Warga sudah berusaha menahan amarahnya. Setiap hari lo itu rumahnya selalu kotor dipenuhi debu beterbangan," lanjutnya.
Atas kondisi tersebut, PMII Pacitan mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah konkret guna mempercepat perbaikan Jalan Prof. Dr. Moestopo secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Selain itu, PMII menyatakan siap mengawal aspirasi masyarakat agar keluhan yang selama ini disampaikan tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti menjadi kebijakan.
"Kami berharap warga bisa kembali menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan layak. Sebab, infrastruktur yang baik bukan sekadar fasilitas pembangunan, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam menjamin kualitas hidup masyarakat," pungkasnya.(*)