Commuter Probolinggo-Surabaya Beroperasi, Ribuan Penumpang Berpotensi Beralih dari Bus

Jurnalis: Eko Hardianto
Editor: Mustopa

3 Mar 2026 10:10

Thumbnail Commuter Probolinggo-Surabaya Beroperasi, Ribuan Penumpang Berpotensi Beralih dari Bus
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, menyapa pengguna KA Commuter di dalam gerbong dalam perjalanan Probolinggo - Surabaya (Foto Eko Hardianto/ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Layanan Kereta Commuter, rute Surabaya - Pasuruan - Probolinggo (Supas) resmi diluncurkan 1 Maret 2026. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merilis, total ada delapan trip setiap hari dari empat perjalanan pulang-pergi. 

Jadwal keberangkatan paling awal dari Surabaya, menuju Probolinggo, dimulai pukul 01.50 WIB dan tiba pukul 03.45 WIB. Sementara keberangkatan terakhir dari Probolinggo, menuju Surabaya, dijadwalkan pukul 21.22 WIB dan tiba pukul 23.36 WIB.

Direktur Operasi dan Pemasaran PT. KCI, Heri Siswanto, mengungkapkan, penjualan tiket Supas, menunjukkan tren positif. “Tiket yang terjual sudah 400 lebih. Alhamdulillah ada dukungan dari Pemerintah Kota Probolinggo,” jelasnya.

Heri juga berjanji jadwal Supas akan terus dievaluasi. Secara umum, lanjut dia, layanan KA Commuter, tidak mengubah jadwal kereta api lainnya. Sedangkan tambahan layanan menargetkan peningkatan okupansi pengguna jasa kereta api. 

Baca Juga:
DPRD Kota Probolinggo Serahkan Rekomendasi LHP BPK

“Jadwal keberangkatan dari Surabaya, tetap diatur agar terintegrasi dengan baik. Termasuk penyesuaian waktu kedatangan di Pasuruan, bagi perjalanan pagi,” terangnya saat seremoni peluncuran KA Commuter, perdana di Stasiun Probolinggo, Minggu 1 Maret 2026 malam. 

Untuk tarif ditetapkan PT KCI tergolong murah. Yakni Rp6.000 untuk jarak hingga 63 kilometer. Dan Rp8.000 untuk jarak 64 kilometer atau lebih. Termasuk perjalanan penuh Surabaya - Probolinggo. 

Kebijakan tarif murah tersebut diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih aman dan efisien.

Pemerintah Kota Probolinggo, menyambut baik peluncuran KA Commuter Supas. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan, Supas bisa menjadi solusi transportasi massal yang terjangkau. Khususnya bagi masyarakat Kota Probolinggo, yang beraktivitas antarwilayah di kawasan tapal kuda hingga Surabaya.

Baca Juga:
Pemkot Probolinggo Hadirkan 'Jelita', Informasi Wisata Kini Terintegrasi

“Tentu Supas memperkuat konektivitas wilayah, mendukung mobilitas pekerja, pelajar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, layanan ini juga diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas pantura jalur utama kendaraan pribadi dan angkutan barang,” kata Aminuddin.

Tak hanya itu, lanjut dia, layanan tersebut akan diintegrasikan dengan kalender event Kota Probolinggo. Pemerintah kota ingin menghubungkan arus wisatawan dari Surabaya, ke Probolinggo, melalui KA Commuter.

“Kita hubungkan dengan wisatawan dari Surabaya, ke Kota Probolinggo, menggunakan KA Commuter ini. Ya supaya memudahkan pergerakan mereka yang ingin stay atau kembali ke Surabaya. Peluang wisatawan untuk menginap di Kota Probolinggo tentu semakin meningkat,” katanya.

Saat ini, beber politisi Partai Gerindra itu, wisatawan menginap di Kota Probolinggo masih sekitar 10 persen. Namun, dengan adanya akses transportasi yang lebih mudah dan terjangkau, ia optimistis dampaknya akan signifikan.

Sementara itu, hasil penelusuran ketik.com mencatat, koridor transportasi darat Probolinggo-Surabaya, masih menjadi salah satu jalur tersibuk di Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, menunjukkan, banyak operator bus AKDP, patas, dan ekonomi, melayani jarak 100 KM. Mobilitas penumpang di jalur ini juga tergolong tinggi.

Frekuensi keberangkatan diperkirakan mencapai 40 hingga 80 unit bus per hari untuk dua arah. Dengan kapasitas rata-rata 30 sampai 40 penumpang per bus. BPS juga memperkirakan, jumlah pengguna bus di koridor ini mencapai 1.000 hingga 3.000 penumpang per hari.

Secara bulanan, angka tersebut setara dengan sekitar 30.000 hingga 90.000 penumpang. Sedangkan dalam satu tahun diperkirakan mencapai 360.000 hingga 1 juta penumpang. Jumlah ini mencakup layanan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) reguler maupun bus patas.

“Tingginya angka mobilitas ini menunjukkan bus masih menjadi pilihan penting masyarakat, terutama bagi pekerja, mahasiswa, dan warga yang melakukan perjalanan rutin antara Probolinggo dan Surabaya,” ujar Pudi Adji Tjahjo Wahono, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.(*)

Baca Sebelumnya

Jumlah ASN di Lebak Capai 15.618 Orang, Didominasi PPPK

Baca Selanjutnya

Prakiraan Cuaca Senin 2 Maret 2026, Jakarta Berawan Tebal Sedangkan Bandung Cerah Berawan

Tags:

SUPAS Commuter Line SUPAS Kereta Surabaya Probolinggo KA Komuter Surabaya PT KCI Stasiun Probolinggo Kereta komuter Jatim Mobilitas pekerja Pantura Jawa Timur Pemkot Probolinggo Aminuddin Probolinggo Wisata Probolinggo

Berita lainnya oleh Eko Hardianto

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

5 April 2026 16:37

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

26 Maret 2026 18:44

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

13 Maret 2026 16:20

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

Mitra SPPG Ketapang 001 Kota Probolinggo Bantah Dapurnya Tak Ber-IPAL

11 Maret 2026 20:35

Mitra SPPG Ketapang 001 Kota Probolinggo Bantah Dapurnya Tak Ber-IPAL

BGN Hentikan 18 Dapur SPPG MBG di Probolinggo, Berikut Daftarnya dan Respon dari Pemerintah Daerah

11 Maret 2026 04:39

BGN Hentikan 18 Dapur SPPG MBG di Probolinggo, Berikut Daftarnya dan Respon dari Pemerintah Daerah

Pengusaha Kafe dan Karaoke di Probolinggo Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadan

10 Maret 2026 20:29

Pengusaha Kafe dan Karaoke di Probolinggo Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar