KETIK, PACITAN – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat umum.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, ternyata juga memiliki tim favorit yang sejak lama didukungnya di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Bukan Brazil yang lima kali juara, orang nomor satu di Kabupaten Pacitan itu ternyata mantap menjagokan Timnas Argentina untuk kembali meraih gelar juara dunia pada Piala Dunia 2026.
Tak ayal memang, alasan Bupati yang akrab disapa Mas Aji itu mendukung Argentina karena ada pemain yang satu ini.
Sosok Lionel Messi menjadi faktor utama yang membuatnya jatuh hati kepada tim berjuluk La Albiceleste sejak kecil.
Baca Juga:
Demam Piala Dunia 2026, Karyawan RSSA Malang Diimbau Pakai Jersey Tim Favorit"Argentina. Sejak dulu kala, sejak kecil," kata Indrata Nur Bayuaji saat diwawancarai Ketik.com, Jumat, 19 Juni 2026.
Saat ditanya mengapa lebih memilih Argentina dibandingkan negara-negara kuat lainnya seperti Brasil, Mas Aji tak ragu menyebut nama sang megabintang yang baru saja dapat Hattrick di laga perdananya di Piala Dunia.
"Ada Messi," ujarnya singkat.
Tak hanya menjadikan Argentina sebagai tim favorit, Bupati Pacitan juga mengaku Lionel Messi merupakan pemain idolanya hingga saat ini.
Baca Juga:
Brasil vs Haiti: Misi Kebangkitan Selecao di Matchday Kedua Grup CMenurutnya, kekuatan utama Argentina pada Piala Dunia 2026 tidak hanya bertumpu pada satu pemain, tetapi juga didukung banyak pesepak bola berkualitas yang mampu tampil konsisten di level tertinggi.
"Banyak atlet bintang yang bagus," katanya.
Meski menjagokan Argentina, Mas Aji menilai peluang juara tim Tango pada Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar namun tidak mudah.
"Kalau peluang juara, saya kira 50:50," ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Mas Aji menilai ada banyak nilai positif yang bisa dipelajari generasi muda Pacitan dari perjalanan tim nasional Argentina.
Menurutnya, kesuksesan sebuah tim tidak datang secara instan, melainkan melalui proses latihan yang panjang, kerja keras, konsistensi, serta mental pantang menyerah.
"Berlatih lebih keras, konsisten, pantang menyerah, bertahan," ucapnya.
Sepak Bola Pacitan Dinilai Semakin Berkembang
Di tengah semarak Piala Dunia 2026, Mas Aji juga melihat perkembangan sepak bola di Pacitan menunjukkan tren yang positif.
Ia menilai minat masyarakat terhadap olahraga si kulit bundar terus meningkat.
Hal itu terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang aktif bermain sepak bola serta munculnya berbagai klub di sejumlah wilayah.
"Positif, semakin banyak anak muda senang bermain bola. Banyak klub-klub bola bermunculan. Yang tua juga militan," katanya.
Karena itu, ia berharap perkembangan tersebut mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola baru yang bisa mengharumkan nama Pacitan di level nasional.
Bahkan, Mas Aji memiliki mimpi besar agar suatu saat ada putra daerah Pacitan yang mampu menembus Tim Nasional Indonesia.
Selain itu, ia juga berharap Perspa Pacitan dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.
"Harapannya ada yang masuk timnas. Perspa bisa masuk liga utama," ujarnya.
Prediksi Juara dan Pesan untuk Pecinta Sepakbola
Mengenai prediksi juara Piala Dunia 2026, Mas Aji tetap optimistis Argentina mampu mempertahankan tradisi prestasinya dan kembali mengangkat trofi juara dunia.
"Argentina," jawabnya saat diminta memprediksi kampiun Piala Dunia 2026.
Kepada masyarakat Pacitan yang tengah menikmati atmosfer pesta sepak bola dunia, Mas Aji mengajak agar momentum Piala Dunia tidak hanya menjadi hiburan semata.
Ia berharap kegiatan nonton bareng (nobar) dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pun Pemkab Pacitan juga telah merespons imbauan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta pemerintah daerah mendukung pelaksanaan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia.
"Manfaatkan momen World Cup atau Piala Dunia ini sebagai ajang silaturahmi, kolaborasi, dan memperkuat ekonomi. Sesuai arahan Mendagri juga untuk diadakan nobar di setiap daerah," pungkasnya.(*)