KETIK, SURABAYA – Saat banyak orang merayakan bertambahnya usia dengan potong kue, tiup lilin bahkan berpesta, HM Arum Sabil justru memilih cara berbeda.

Tokoh Nasional asal Jawa Timur tersebut memanfaatkan momentum merayakan hari lahir sebagai upaya mensyukuri kehidupan dengan cara yang lebih bermakna yakni berbagi, menjaga alam, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Di hari istimewanya, Arum Sabil memilih melepas burung ke alam bebas, menebar benih ikan di sungai, menanam pohon, serta berbagi dengan kaum duafa.

Momen HM Arum Sabil tanam pohon di hari ulang tahunnya. (Foto: Dok. Ketik.com)

Tokoh pertanian dan perkebunan asal Jember, Jawa Timur tersebut meyakini bahwa apa yang ditanam dan dilepas bebaskan ke alam, diharapkan terus hidup dan memberi manfaat jauh melampaui usia manusia.

Baca Juga:
Jatim Tuan Rumah, Gubernur Khofifah Dukung Perkemahan Pramuka Santri Nasional 2026

Bagi banyak orang, tindakan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun sesungguhnya, di balik kesederhanaan itu tersimpan pesan mendalam tentang makna syukur dan hakikat kehidupan.

Sahabatnya, KH Misbahussalam, menilai apa yang dilakukan Arum Sabil merupakan wujud rasa syukur yang diterjemahkan menjadi amal nyata.

"Usia yang bertambah bukan sekadar bertambah angka, tetapi bertambah pula tanggung jawab untuk menebar manfaat bagi sesama makhluk Allah SWT. Apa yang dilakukan Arum Sabil adalah bentuk syukur yang indah, syukur yang tidak hanya terucap di lisan, tetapi tumbuh menjadi amal yang dapat dirasakan manusia dan alam semesta," ungkapnya.

Dalam pandangan KH Misbahussalam, manusia terbaik bukanlah yang menghitung berapa banyak tahun yang telah dilalui, melainkan yang memastikan setiap tahun yang bertambah melahirkan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan.

Baca Juga:
Kisah Anandita Zabrina Ubah Cibiran Menjadi Prestasi Berupa Beasiswa Pramuka Kuliah di Unesa

Di hamparan lahan yang sangat luas, HM Arum Sabil menyempatkan makan bersama para petani. (Foto: Dok. Ketik.com)

Hal senada disampaikan Kiagus Firdaus. Tokoh mediapreneur asal Jawa Timur yang juga Owner & Founder Ketik.com.

Menurutnya, setiap aktivitas yang dilakukan Arum Sabil mengandung simbol dan pelajaran berharga.

"Tentu kami bangga ketika menyaksikan sendiri bagaimana Abah Arum Sabil istiqomah melakukan hal-hal kebaikan kepada sesama dan kepada alam. Cintanya kepada alam dan lingkungan dibuktikan dengan kebiasaan sehari-sehari beliau," kata Kia, sapaan akrabnya. 

Menurut Kia, apa yang dilakukan Arum Sabil, seperti melepas bebaskan burung ke alam lepas, merupakan cara merayakan ulang tahun dengan cara-cara antimainstream.

"Melepas burung itu kegiatan hanya hitungan detik. Terkesan sederhana tapi maknanya luar biasa. Menurut saya ini sekaligus ajakan dari Abah Arum Sabil kepada generasi muda agar terus menjaga ekosistem flora dan fauna kita tetap terjaga lestari," bebernya. 

Perayaan sederhana tersebut seolah mengingatkan bahwa kehidupan bukan tentang seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa banyak yang mampu diberikan.

Sebagai informasi, HM Arum Sabil lahir di Jember, 20 Juni 1966. Ia merupakan seorang tokoh perkebunan, pertanian, dan pegiat sosial asal Jawa Timur, yang dikenal luas sebagai Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan tokoh penting dalam Gerakan Pramuka Jawa Timur. 

HM Arum Sabil kini menjabat sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur dan Ketua DPD HKTI Jawa Timur. Ia juga pendiri Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi di Jember yang berfokus pada ketahanan pangan dan pelatihan terpadu. (*)