KETIK, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi bertekad melibatkan para kontraktor lokal dalam pengerjaan proyek-proyek pemerintah di Pemkab Sidoarjo. Jika ada paket pekerjaan yang bisa digarap pengusaha lokal Sidoarjo, disarankan ada prioritas untuk kontraktor Sidoarjo. Agar dampak perputaran ekonominya juga bisa dirasakan langsung oleh warga Kabupaten Sidoarjo. 

“Kita ingin perputaran ekonomi terjadi di Sidoarjo. Kalau pekerjaan itu mampu dikerjakan kontraktor Sidoarjo, kita upayakan dikerjakan oleh kontraktor Sidoarjo.Sehingga, daerah kita juga mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi dan pajaknya,” ungkap Bupati Subandi saat acara Penandatanganan Kontrak Bersama Paket Pekerjaan Konstruksi di Lingkungan Pemkab Sidoarjo Tahun Anggaran 2026 pada Kamis (18 Juni 2026).

Bupati Subandi sekaligus mewanti-wanti para pengusaha konstruksi selalu melakukan pekerjaan dengan baik dan bertanggung jawab. Pekerjaan harus sesuai kontrak. Tidak boleh molor dari target waktu penyelesaian dan tidak mengurangi spek atau spesifikasi proyek. 

Dalam acara di Pendopo Delta Wibawa itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Sidoarjo, M. Bahrul Amig menyampaikan laporan. Bahwa pada Tahun Anggaran 2026 Pemkab Sidoarjo melelang 93 paket tender dengan total pagu anggaran sebesar Rp290,3 miliar. Hingga Batch 2, proses tender telah mencakup 70 paket dengan nilai pagu mencapai Rp234,25 miliar.

Dari jumlah tersebut, 25 paket pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap penandatanganan kontrak. Nilai kontrak sekitar Rp108,5 miliar. Paket pekerjaan terdiri atas 20 paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tiga paket di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air. Satu paket di Dinas Kesehatan serta satu paket di Badan Kepegawaian Daerah.

Baca Juga:
Bupati Subandi: Jangan Ada Proyek di Sidoarjo Molor dan Tak Sesuai Spek

Di antara 25 proyek tersebut, sebagian besar tendernya dimenangi oleh kontraktor lokal Sidoarjo. Sisanya kontraktor Kota Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Jombang. Beberapa proyek strategis  segera dikerjakan. Misalnya, pembangunan gedung RSUD Sedati senilai Rp42,6 miliar. Peningkatan Jalan Blurukidul (Lingkar Timur)–Sidoklumpuk senilai Rp21,65 miliar. Peningkatan Jalan Kebonagung–Tambak Kemerakan, Krian, senilai Rp18,07 miliar,  Peningkatan Jalan Tambakcemandi–Tambakoso (Sedati-Waru) senilai Rp10,96 miliar. 

Selain itu, terdapat 20 paket rehabilitasi gedung SD dan SMP negeri dengan total nilai Rp14,46 miliar. Lokasinya tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Ada pula rehabilitasi gedung kantor senilai Rp771,84 juta.

Bupati Subandi berharap penandatanganan kontrak bersama tersebut dapat memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menghasilkan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan tepat waktu.

Bupati Subandi juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun Sidoarjo dengan penuh amanah. Uang yang digunakan untuk pembangunan adalah uang rakyat. Harus dipertanggungjawabkan dengan baik.

Baca Juga:
Paguyuban Kades dan BPD Se-Sidoarjo Dukung Bupati Subandi Sukseskan KDMP di Sidoarjo

"Saya yakin. Kalau semua bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, pembangunan akan berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ungkap Bupati Subandi.(*)