KETIK, SIDOARJO – Wajah-wajah semringah mencerahkan suasana Pendopo Delta Wibawa. Rabu pagi (6 Mei 2026), jamaah calon haji Sidoarjo (JCH) Kloter 57 dan Kloter 58 berangkat ke Tanah Suci Makkah-Madinah. Rukun Islam kelima mereka tunaikan dengan sukacita.
Pemandangan bahagia itu terlihat sejak rombongan jamaah calon haji Sidoarjo berdatangan lewat pintu depan Pendopo Delta Wibawa. Senyum mengembang. Beberapa jamaah terlihat sebagai teman lama. Mereka berkumpul. Foto-foto bareng.
Bupati Subandi mengatakan ikut bahagia melihat keberangkatan jamaah calon haji Sidoarjo ini. Mereka sudah mengantre lama. Ada yang sudah 16 tahun, bahkan sekarang telah mencapai 29 tahun.
”Kita semua bangga. Melihat waktu antrean yang begitu panjang, Panjenengan semua terpilih untuk berangkat tahun ini. Dipanggil oleh Allah SWT,” ungkap Bupati Subandi saat menyampaikan sepatah kata kepada para jamaah.
Baca Juga:
Di Depan Makam Nabi, Haji Muda Pacitan Ini Menangis Rindu Ayah yang Tak Sempat BerhajiHaji, lanjut dia, merupakan ibadah yang sebagian besar mengandalkan kekuatan fisik. Misalnya, wukuf, tawaf, dan sa’i. Boleh dikatakan, 70 persen ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang baik.
Tercatat dalam Kloter 85 ini, jamaah haji Sidoarjo berusia tertua bernama Marwi. Usianya 85 tahun. Jamaah haji Sidoarjo termuda bernama Mahendra, 18 tahun. Di antaranya, dalam Kloter 58 ini, ada calon haji Sidoarjo bernama Achmad Muzayyin. Dia adalah anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB. Kabupaten Sidoarjo tahun ini memberangkatkan 2.700 jamaah calon haji.
”Mugi-mugi diparingi sehat semuanya nggih,” kata Bupati Subandi yang memberangkatkan jamaah bersama Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.
”Amiin,” jawab para jamaah.
Baca Juga:
Bupati Subandi Dipanggil Pekerja sebagai Tamu Kehormatan saat Peringatan May DayYang bisa membawa obat jangan lupa membawahnya. Obat flu, misalnya, jangan sampai tertinggal. Terutama jamaah yang baru kali pertama datang ke Tanah Suci Makkah. Kalau sakit dan cari apotek untuk beli obat, bisa-bisa tidak kembali ke hotel atau pemondokan. Terpisah dari rombongan.
”Teutama yang sudah berusia atau sakit,” ungkap Bupati Subandi.
Kepada para pendamping haji Sidoarjo, Bupati Subandi mewanti-wanti mereka agar benar-benar perhatian, tulus, dan ikhlas melayani para jamaah selama berada di Tanah Suci. Termasuk, saat ada jamaah yang sakit. Laksanakan tugas dengan baik.
”Saya titip-titip pendamping haji. Sing gati (peduli, perhatian, dan sunggu-sungguh) dalam melayani jamaah,”
Semuanya juga didoakan oleh Bupati Subandi. semoga perjalanan lancar. Dari Sidoarjo ke asrama haji, sampai ke Tanah Suci, sampai kembali lagi dengan haji yang mabrur.
”Saya juga titip doa untuk Kabupaten Sidoarjo. Tolong didoakan menjadi daerah yang baldatun toyyibatun warabbun ghofuur. Masyarakatnya adem. Pemimpinnya selama semua,” ungkap Bupati Subandi. (*)