KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar The 1st International Women's Conference & Fatima Al Fihriya Awards: Women's Faith, Knowledge, Leadership, and Global Transformation pada Sabtu, 7 November 2026. Berlangsung di Aula Pertemuan Rektorat Lantai 5 Kampus 1, forum ini menjadi wadah diskusi kajian perempuan dari perspektif global.
Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah tokoh perempuan terkemuka di Indonesia, antara lain Hj. Arifatul Choiri Fauzi, S.Ag., M.Si. (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI), Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc., M.A. (Ketua Umum Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama), serta Sinta Nuriyah Wahid (Istri Presiden Ke-4 RI). Selain itu, hadir pula jajaran narasumber internasional, yakni H.E. Naziha Labidi (Tunisia), H.E. Muhamed Larbi (Tunisia), dan Dr. Basimah Haqqawi (Maroko).
Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menyampaikan sebanyak 42 persen posisi kepemimpinan di UIN Malang diamanahkan kepada perempuan, termasuk 4 dari 9 dekan yang ada. Di bawah kepemimpinannya, UIN Malang juga berhasil meraih berbagai prestasi luar biasa dalam kurun waktu satu tahun.
Prof. Ilfi menuturkan di UIN Malang, perempuan tidak hanya berperan sebagai konsumen ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai produsen. Oleh karena itu, seluruh guru besar dan peneliti memiliki kesempatan yang setara.
Menghadapi era kemajuan teknologi dengan tantangan pendidikan yang kian kompleks, ia menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan yang transformatif dan berlandaskan nurani keibuan. Menurutnya, kepemimpinan perempuan tidak akan mendiskriminasi siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan.
Baca Juga:
Perkuat Representasi Perempuan, Prof. Ilfi Nur Diana Dampingi Larbi Benatti dalam Penganugerahan The Sixth Fatima al-Fihriya Awards"Kepemimpinan yang mampu memberikan inspirasi, mampu memberikan motivasi, mampu mensimulasikan para follower-nya atau para bawahannya dengan melakukan perubahan melalui gagasannya, melalui ide-idenya dan keibuannya," ujar Prof. Ilfi Nur Diana.
"Kita berkoordinasi untuk bersama-sama memajukan negeri ini, memajukan kampus ini. Tidak ada bedanya laki-laki perempuan, yang membedakan adalah kadar ketakwaannya, keilmuannya, dan kapasitas kapabilitas dalam memimpin negeri ini," imbuhnya.
Ia menambahkan, di tengah maraknya tantangan kesehatan mental saat ini, generasi muda membutuhkan pola didik berpendekatan motherly transformational leadership agar para pelajar tidak mengalami depresi atau stres dalam menuntut ilmu.
Melalui The 1st International Women's Conference & Fatima Al Fihriya Awards ini, UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ruang diskusi berperspektif global sekaligus memperkokoh prinsip kesetaraan tanpa diskriminasi gender. (*)