KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pemilihan Duta Fakultas Syariah 2026 di Gedung D Lantai 1, Sabtu, 7 November 2026.
Mengusung tema “Beyond Excellence: Empowering Syariah Law Generations”, kegiatan ini diikuti 25 mahasiswa yang berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi diri sebagai representasi fakultas.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengatakan bahwa pemilihan duta bukan sekadar ajang untuk meraih gelar atau selempang. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa agar mampu menjadi generasi inspiratif, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan fakultas.
Menurutnya, mahasiswa yang terpilih memiliki tanggung jawab membawa nama baik Fakultas Syariah, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Menjadi duta bukan hanya tentang gelar atau selempang yang dikenakan. Selempang itu merupakan simbol tanggung jawab. Justru setelah terpilih, tantangan sesungguhnya dimulai, yaitu bagaimana membuktikan bahwa kalian layak menjadi representasi Fakultas Syariah,” ujarnya.
Miftah juga berpesan agar peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, percaya diri, dan menunjukkan potensi terbaik. Ia mengingatkan bahwa proses seleksi bukan semata-mata tentang siapa yang akan terpilih, melainkan juga kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas diri.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., saat memberikan sambutan dalam pemilihan Duta Fakultas Syariah 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Bagi mahasiswa yang terpilih, ia berharap mereka mampu menjadi duta yang aktif, inovatif, komunikatif, serta peduli terhadap perkembangan fakultas. Sementara itu, peserta yang belum terpilih diharapkan tetap bersemangat untuk berkontribusi.
“Pada dasarnya, setiap mahasiswa Fakultas Syariah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi representasi kebaikan dan keunggulan fakultas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Duta Fakultas Syariah 2026, Wike Erfa Ilmida Agustusna, menjelaskan bahwa seleksi dilaksanakan secara bertahap untuk menjaring mahasiswa dengan kompetensi akademik, kepribadian, keterampilan komunikasi, dan wawasan kefakultasan yang baik.
Dari 25 peserta pada seleksi awal, sebanyak 15 orang berhasil melaju ke tahap kedua. Selanjutnya, 10 peserta mengikuti tahap ketiga untuk memperebutkan posisi lima pasang finalis.
Pada tahap pertama, peserta menjalani seleksi tertulis, wawancara, tes pengetahuan kefakultasan dan keorganisasian, serta kemampuan membaca Al-Qur'an. Tahap kedua meliputi penilaian minat dan bakat, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Adapun tahap ketiga berupa karantina finalis sebagai persiapan menuju penentuan duta terpilih.
Ketua Paguyuban Duta Fakultas Syariah periode 2025, Muhammad Ashar, berharap seluruh rangkaian pemilihan berjalan lancar dan diikuti peserta dengan penuh kesungguhan.
Ia mengajak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kapasitas diri.
Melalui Pemilihan Duta Fakultas Syariah 2026, diharapkan lahir mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menjadi teladan, membangun komunikasi positif, serta memperkenalkan keunggulan Fakultas Syariah kepada masyarakat.
