KETIK, MALANG – SMKN 4 Malang menerapkan konsep pembelajaran berbasis teaching factory yang menekankan pengalaman nyata bagi siswa. Melalui konsep ini, proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung yang menyerupai dunia kerja.
Kepala SMKN 4 Malang, Drs. Gunawan Dwiyono, S.St., M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran di SMK harus berorientasi pada pengalaman agar siswa lebih siap menghadapi dunia industri.
“Pembelajaran harus nyata. Siswa harus mengalami sendiri prosesnya, termasuk saat gagal. Dari situ mereka belajar menjadi lebih mandiri dan kreatif,” ujarnya.
Dalam penerapannya, siswa tidak hanya mengerjakan tugas, tetapi juga menyelesaikan proyek yang disertai laporan secara sistematis. Setiap proyek yang dibuat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM“Kalau ada seribu proyek, maka ada seribu laporan. Semua itu kami dokumentasikan sebagai bagian dari proses belajar siswa,” jelasnya.
Menurutnya, proyek yang dikerjakan siswa tidak selalu selesai dalam satu semester. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan kalender akademik, berbeda dengan dunia kerja yang tidak memiliki batas waktu tertentu.
“Proyek itu tidak harus selesai dalam satu semester. Bisa dilanjutkan di semester berikutnya, karena di dunia kerja juga seperti itu,” tambahnya.
Konsep teaching factory ini juga melibatkan dunia industri dan alumni. Siswa diajak untuk mengerjakan proyek nyata yang memiliki nilai produksi, sehingga mereka terbiasa menghadapi kebutuhan pasar.
Baca Juga:
Beli Rumah 2 Lantai di De Cassablanca Malang, Warga Kecewa Hanya Terima Dokumen 1 Lantai“Pembelajaran teaching factory itu belajar di sekolah, tetapi menghasilkan produk nyata. Jadi siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung,” ungkap Gunawan.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, pendekatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta menghadapi tantangan secara mandiri. Bahkan, pengalaman menghadapi kegagalan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Dengan adanya konsep ini, SMKN 4 Malang berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dunia industri yang terus berkembang. (*)