KETIK, JAKARTA – Hampir di setiap negara, kemacetan menjadi salah satu masalah yang sulit diatasi, termasuk di Indonesia. Apalagi saat jam pulang kerja, kepadatan kendaraan biasanya meningkat dan lalu lintas merayap.

Selain membuat waktu tempuh menjadi lebih lama, terjebak macet secara terus-menerus ternyata juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dilansir dari Alodokter, Sabtu, 30 Mei 2026, dr. Kevin Adrian mengatakan bahwa berada di tengah kemacetan dapat membuat suasana hati memburuk dan mengganggu kesehatan.

"Dari sisi psikologis menunjukkan bahwa orang yang berkendara umumnya akan mengalami peningkatan tekanan darah dan emosi negatif, terutama saat jalanan sedang macet," katanya.

Jika kondisi ini dibiarkan, dapat memicu perselisihan antarpengendara. Karena itu, tidak heran jika kerap terjadi pertengkaran di tengah kemacetan.

Baca Juga:
Wamenkes Soroti Lonjakan Diabetes Remaja, Gaya Hidup Disebut Jadi Pemicu Utama

Selain meningkatkan tekanan darah dan emosi negatif, Kevin mengatakan perjalanan yang lebih lama juga dapat menyebabkan gangguan kadar gula darah dan kolesterol, serta penumpukan lemak di sekitar panggul.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk sesekali bergerak atau berdiri apabila sudah terlalu lama berada dalam posisi duduk.

Bagi pengendara sepeda motor, disarankan untuk menggunakan masker agar terhindar dari paparan polusi udara. Pasalnya, polusi udara di tengah kemacetan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.

"Bisa juga terkena penyakit paru obstruktif kronis, asma, dan kanker paru," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Polusi Udara Kian Memburuk, Wamenkes Soroti Pentingnya Sistem Peringatan Dini