Ternyata Nikmatnya Ngopi Sambil Merokok Tak Sebanding dengan Risiko, Ini Penjelasan Medis

13 Juli 2026 04:00 13 Jul 2026 04:00

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Ternyata Nikmatnya Ngopi Sambil Merokok Tak Sebanding dengan Risiko, Ini Penjelasan Medis

Kombinasi kopi dan rokok memang menjadi kebiasaan banyak orang, namun para ahli mengingatkan bahwa keduanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung apabila dikonsumsi secara bersamaan dalam jangka panjang. (Foto: AI)

KETIK, JAKARTA – Menikmati secangkir kopi hangat sambil mengisap sebatang rokok telah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Perpaduan rasa pahit kopi dan sensasi nikotin sering dianggap mampu meningkatkan semangat, menemani waktu santai, hingga membantu berkonsentrasi.

Namun di balik kenikmatan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kombinasi kopi dan rokok dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, terutama bagi jantung dan pembuluh darah.

Dikutip dari Halodoc, baik kopi maupun rokok sama-sama memiliki efek stimulan.

Ketika dikonsumsi bersamaan, efek keduanya dapat saling memperkuat sehingga meningkatkan beban kerja sistem kardiovaskular.

Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?

Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan alami. Setelah dikonsumsi, kafein akan merangsang sistem saraf pusat sehingga tubuh menjadi lebih waspada.

Efek tersebut juga memengaruhi kerja jantung.

Dalam jangka pendek, kafein dapat meningkatkan denyut jantung serta menaikkan tekanan darah, khususnya pada orang yang jarang mengonsumsi kopi atau memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein.

Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar satu hingga dua cangkir per hari, masih tergolong aman bagi sebagian besar orang sehat.

Bahkan, beberapa studi menyebutkan kopi dapat memberikan manfaat apabila dikonsumsi secara bijak.

Namun, kondisi tersebut berbeda pada orang yang memiliki gangguan jantung tertentu, seperti pembesaran jantung (kardiomegali).

Pada kondisi ini, jantung sudah bekerja lebih keras dari kondisi normal sehingga tambahan rangsangan dari kafein berpotensi memperberat kerja otot jantung.

Dampak Rokok terhadap Jantung

Berbeda dengan kopi, rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk nikotin dan karbon monoksida.

Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

Sementara karbon monoksida mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otot jantung.

Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat merusak lapisan pembuluh darah. Kerusakan tersebut memicu penumpukan plak atau aterosklerosis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, hingga penyakit arteri perifer.

Para ahli menegaskan tidak ada batas aman untuk merokok karena setiap paparan asap rokok tetap memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Penyebab Kombinasi Kopi dan Rokok Berbahaya

Risiko kesehatan meningkat ketika kopi dan rokok dikonsumsi secara bersamaan.

Kafein dalam kopi dan nikotin pada rokok sama-sama merangsang kerja jantung.

Akibatnya, tekanan darah dan denyut jantung dapat meningkat secara bersamaan.

Kombinasi tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia), mempercepat kerusakan pembuluh darah, serta memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit jantung koroner.

Bagi seseorang yang telah memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, maupun riwayat penyakit jantung, kebiasaan ini dapat mempercepat munculnya komplikasi yang lebih serius.

Tips Menjaga Kesehatan Jantung

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan, antara lain:

• Berhenti merokok karena merupakan langkah paling efektif untuk melindungi kesehatan jantung.

• Batasi konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar satu hingga dua cangkir per hari, serta perhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

• Terapkan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, serta mengurangi makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan garam.

• Rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan aktivitas intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi.

• Kelola stres melalui aktivitas positif seperti olahraga, meditasi, ibadah, maupun rekreasi.

• Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.

Meski menikmati kopi sesekali bukanlah masalah bagi kebanyakan orang sehat, kebiasaan menggabungkannya dengan rokok sebaiknya mulai dikurangi bahkan dihentikan.

Langkah kecil tersebut dapat menjadi investasi besar untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kopi rokok Kafein nikotin penyakit jantung Jantung Koroner Aritmia Hipertensi Kardiomegali Gaya hidup sehat Berita Kesehatan Info kesehatan