KETIK, PACITAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putra, mengatakan bahwa keterlibatan ASN dalam kegiatan nonton bareng (nobar) merupakan bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat yang mendorong daerah memfasilitasi kegiatan tersebut selama Piala Dunia berlangsung.

Meski demikian, ia mengingatkan agar ASN tetap mengutamakan profesionalisme dan menjaga kondisi fisik saat menjalankan tugas.

“Silakan menikmati dan memeriahkan Piala Dunia melalui kegiatan nobar yang difasilitasi pemerintah daerah. Tetapi jangan sampai karena begadang menonton pertandingan kemudian mengganggu kinerja atau pelayanan kepada masyarakat,” ujar Heru kepada Ketik.com, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. 

Karena itu, ASN diminta mampu mengatur waktu istirahat dengan baik agar tetap prima saat bekerja keesokan harinya.

Baca Juga:
Dukun Bonsam Klaim Ritualnya Sukses, Harry Kane Mandul saat Inggris Ditahan Ghana 0-0

Sebelumnya, Pemkab Pacitan menyiapkan 15 titik nobar resmi Piala Dunia 2026. 

Terdiri atas tiga lokasi utama yang telah disiapkan lisensinya dan 12 titik tambahan yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Tiga titik utama nobar di kota berada di kawasan Alun-Alun Pacitan, Pendapa Kabupaten Pacitan, serta stadion atau GOR," ungkapnya.

Pelaksanaan nobar tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.2.7/4657/SJ yang meminta pemerintah daerah memfasilitasi kegiatan nonton bareng dengan melibatkan masyarakat, unsur Forkopimda, organisasi kepemudaan, komunitas lokal hingga ASN.

Baca Juga:
Duel Kunci Grup C: Brasil Hadapi Tantangan Disiplin Skotlandia

Selain itu, perangkat daerah juga diminta mengirimkan dokumentasi keikutsertaan sebagai bagian dari pelaporan pelaksanaan kegiatan selama gelaran Piala Dunia 2026.

Heru berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat tanpa mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan.

“Yang terpenting tetap disiplin. Menikmati Piala Dunia boleh, tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal,” imbuhnya.

Heru juga menegaskan bahwa kegiatan nobar yang digelar pemerintah bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.(*)