KETIK, MALANG – Perubahan nama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) menjadi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) menuai perhatian dari kalangan alumni. Meski terkesan lebih modern, nama FMIPA dianggap sudah sangat melekat dan menjadi identitas kuat di masyarakat.
Salah satu alumni FMIPA UB angkatan 2022, Dwisya, mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar perubahan nama tersebut. Baginya, FMIPA adalah identitas sakral bagi bidang keilmuan dasar seperti Kimia, Matematika, Biologi, dan Fisika.
"Kalau aku pribadi waktu pertama tahu perubahan nama fakultas itu agak kaget. Orang juga pasti tahu kalau nama MIPA udah identik banget di bidang yang mempelajari ilmu dasar kayak kimia, matematika, biologi, fisika. Tiba-tiba ganti nama dengan penambahan kata Teknologi," ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.
Dwisya menilai perubahan ini berpotensi memicu kebingungan bagi calon mahasiswa baru. Pasalnya, di banyak universitas lain, nomenklatur "Sains dan Teknologi" biasanya mencakup program studi teknik. Sementara di UB sendiri, rumpun keilmuan teknik sudah memiliki wadah khusus di Fakultas Teknik (FT).
"Padahal sebelumnya kalau disebut FMIPA orang bisa langsung terbayang akan mempelajari di lingkup ilmu dasar, jadi agak rancu ketika ditambah kata Teknologi. Cukup disayangkan kalau reputasi yang udah kuat itu jadi terganti," sebutnya.
Baca Juga:
Capaian Zona Integritas FTAB UB Dilirik UIN Bandung hingga UTMMenurutnya, identitas serta reputasi FMIPA tetap bisa dipertahankan. Di sisi lain, adaptasi terhadap perkembangan teknologi cukup dilakukan melalui pengembangan kurikulum pendidikan.
"Menurutku nama FMIPA masih bisa dipertahankan walaupun perkembangan ilmu di dalamnya udah ke arah teknologi, tapi kan tetap saja itu anak ilmu dari ilmu-ilmu dasar sebelumnya di FMIPA. Jadi tantangannya untuk menyosialisasikan makna perubahan nama itu biar masyarakat tidak salah kaprah," sebutnya.
Meski demikian, ia memahami urgensi di balik keputusan pihak dekanat dan universitas. Ia menyadari bahwa fakultas ingin lebih mengikuti perkembangan zaman ke arah penerapan teknologi, sesuai representasi dari cakupan ilmu yang dipelajari.
"Beberapa contohnya seperti Prodi Instrumentasi, Teknik Geofisika, Sains Data,ada juga 2025 buka prodi baru Bioinformatika. Kalau dari Kimia sendiri ke arah teknologinya ditunjukin dari mata kuliah seperti Kimia Komputasi," ungkapnya. (*)